Penertiban Hewan Kaki Empat Banyak Kendala

 80 total views,  6 views today

Kambing yang berkeliaran di Bundaran Simpang Lima, Talang Ubi yang   merupakan pusat aktifitas warga PALI.

Kambing yang berkeliaran di Bundaran Simpang Lima, Talang Ubi yang merupakan pusat aktifitas warga PALI.

PALI | KS-Keberadaan hewan kaki empat seperti kambing dan sapi yang berkeliaran di ibukota Kabupaten PALI, sangat meresahkan masyarakat.

Selain meresahkan, tidak jarang keberadaan hewan tersebut kerap memakan korban jiwa. Misalnya, pada  Jumat, (28/12), lalu, salah satu warga harus meregang nyawa di jalan raya setelah sepeda motornya menghantam sapi yang berkeliaran di jalan.

Tewasnya Setiawan (korban penabrak sapi, red) tidak lantas membuat aparat berwenang melakukan penertiban. Pihak kecamatan Talang Ubi melalui Camat Asrohi baru sebatas memberikan himbauan kepada warga.

“Dalam setiap kesempatan bertemu dengan warga sudah kita sampaikan himbauan untuk mengurung hewan peliharaanya,” kata Asrohi.

Menurut Asrohi, keberadaan hewan ini bukan sekedar mengganggu lalu lintas. Hewan yang berkeliaran ini juga membuat pemandangan menjadi tidak nyaman. “Kita kan sudah jadi ibukota kabupaten. Akan sangat memalukan kalau ada tamu melihat kambing berkeliaran di Simpang Lima,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol dan PolPP, Husman Gumanti SE MSi, kepada KabarSumatera mengaku masih banyak kendala untuk menertibkannya.

“Memang Perda nya sudah ada. Perda larangan hewan kaki empat berkeliaran yang dikeluarkan Muaraenim kan masih berlaku. Tapi bukan berarti sudah bisa langsung kita tindak. Perlu ada penyidik PNSnya” sambung Husman.

Masalahnya, jangankan untuk menyiapkan penyidik PNS (PPNS) yang akan melakukan tindakan penyidikan, tenaga PNS biasa saja saat ini masih sangat terbatas.

“Disini (Badan Kesbangpol- red) PNS nya saja cuma tiga orang,” kata mantan Camat Penukal dan Tanah Abang ini.

Karena itulah, aku Husman, Badan KesbangpolPP belum bisa mengambil tindakan penertiban. “Bisa saja saat ini kita kandangkan. Masalahnya, mau dikurung dimana? Kita belum memiliki kandang ataupun karantina hewan,” ungkap Husman.

Namun Husman berjanji, bila kebutuhan PPNS dan karantina sudah dimiliki, Badan Kesbangpol PP akan melakukan penertiban.

 

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster