Mempatenkan Produk Daerah

 298 total views,  2 views today

songket

TERJADINYA kontroversi mengenai produk-produk asli negara kita yang diklaim dan dipatenkan oleh Negara Malaysia,  seperti Reog dan produk-produk asli kita lainnya memberikan dampak positif kepada kita. Dampak itu berupa kesadaran kepada kita untuk  menjaga dan mempatenkan produk asli yang kita miliki.

Berkaitan dengan upaya tersebut, di Palembang juga muncul semangat untuk mempatenkan makanan khas berupa empek-empek Palembang, Sumatera Selatan  yang akan segera dipatenkan  untuk memperkuat keberadaan asal produk kuniler tersebut. “Apalagi sekarang ini sudah ada yang mengakui empek-empek tersebut berasal dari daerah mereka,” kata Gubernur Sumsel Alex Noerdin.
Menurut dia  beberapa waktu lalu ada yang menyatakan empek-empek berasal dari Jambi sehingga hal itu perlu diperjelas. Da mengakui bahwa hampir setiap daerah memiliki empek-empek, namun asal usul makanan khas yang terbuat dari bahan baku terigu dan ikan air tawar itu dari Palembang. Bahkan,  hampir setiap daerah bila masyarakat Palembang berkunjung selalu mempertanyakan oleh-oleh berupa empek-empek.  Jadi bila ada daerah yang mengakui empek-empek berasal dari mereka, itu kelihatannya sedikit lucu karena selama ini makanan khas tersebut dari Palembang.

Oleh karena itu untuk memperkuat keberadaan produk khas yang banyak diminati masyarakat tersebut, pihaknya segera melakukan sertifikasi atau hak paten. Apalagi  dengan dipatenkannya empek-empek tersebut supaya nilai ekonomisnya semakin bertambah. Bukan hanya itu dengan dipatenkannya empek-empek tersebut, juga untuk menghargai hak kekayaan intelektual. Sehubungan hal itu, pihaknya segera mengusulkan empek-empek supaya dipatenkan, apalagi Pemerintah Provinsi Sumsel telah melakukan kerja sama dengan Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum  dan HAM. Sedangkan sebelumnya telah dipatenkan kain songket, logo Sriwijaya FC, dan Kaos Nyenyes.

Kita mendukung langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tersebut dalam melindungi berbagai produk yang merupakan hak kekayaan intelektual kita. Dengan demikian, kita juga tidak mengalami kerugian secara ekonomi ketika produk-produk tersebut memiliki nilai ekonomi yang makin tinggi.

Di sisi lain mereka yang menciptakan dan daerah asal tempat produk-produk tersebut tercipta akan terangkat citra dan keberadaannya. Semoga demikian.

(Sarono P Sasmito)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster