Kasus Curas di OKI Capai 273 Kasus

 199 total views,  4 views today

Ilustrasi

Ilustrasii

KAYUAGUNG I KS-Setidaknya masih ada 273 kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi selama  tahun 2013 di wilayah hukum Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang belum terungkap dan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi jajaran Polres OKI selama tahun 2014 ini.

Berdasarkan data terakhir dari lima tren kejahatan menonjol di kabupaten OKI, kasus curat dan curas masih tinggi. Kasus curat sebanyak 252 kasus, kemudian Curas sebanyak 176 kasus, curanmor 63 kasus, penggelapan 39 kasus dan anirat sebanyak 84 kasus, semuanya berjumlah 614 kasus.

Dari jumlah tersebut Polres OKI sudah berhasil mengungkap 265 kasus, dengan rincian kasus curat terselesaikan 100 kasus, curat terselesaikan 55 kasus, sehingga masih 273 kasus curas dan curat yang masih menjadi PR Polres OKI dan haris diselesaikan di tahun 2014. Sementara kasu curanmor terselesaikan 23 kasus, penggelapan terselesaikan 27 kasus dan anirat terselesaikan 60 kasus.

Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat mengatakan bahwa jumlah tindak pidana menonjol di kabupaten OKI selama 2013 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2012.

“Pada 2012 kasus curat terjadi sebanyak 312 kasus, curas sebanyak 230 kasus dan curanmor sebanyak 94 kasus. ditahun 2013 semuanya menurun, sementara pengungkapannya mengalami peningkatan 40% dari jumlah tindak pidana yang terjadi,” kata Kapolres.

Diantara kasus curas yang menonjol di tahun 2013 dan belum terungkap seperti kasus Perampokan terhadap Andi, ketua Koperasi unit Desa (KUD) Sumber Baru Kecamatan Lempuing, yang terjadi  di pinggir Jalintim Desa Tugumulyo Kecamatan Lempuing, tepatnya di sebuah warung bakso di samping Kantor Camat Lempuing, Rabu (6/11/2013) lalu pukul 10 00 WIB. Pelaku dua orang menggunakan senpi langsung merampas tas korban berisi uang Rp 40 juta.

Kemudian aksi perampokan yang sisertai penembakan terhadap pedagang emas keliling atas nama Setiamat bin Raden Hasan ,50, warga Desa Sumbu Sari Kecamatan Mesuji Raya OKI. Peristiwa tersebut terjadi Minggu (16/6) lalu,  sekitar pukul 07.00 WIB di pasar kalangan desa Kemang Indah kecamatan setempat. Akibat kejadian tersebut korban selain kehilangan 80 suku emas 24 karat berbagai jenis dan uang tunai Rp 20 juta juga mengalami luka tembak di bahu sebelah kiri dan kaki bagian betis kiri.

Menurut Kapolres untuk menekan angka curas dan curat di wilayah OKI, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar stop menyimpan atau membawa senjata tajam dan senjata api.

“Selama tahun 2013 kita berhasil menyita lebih dari 50 senjata api rakitan baik itu serhan secara sukarela dari masyarakat maupun yang kita amankan dari para pelaku perampokan yang berhasil kita tangkap,” jelasnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan kecamatan dan para kades untuk mengintensifkan kembali Poskamling, kemudian memaksimalkan program satu desa satu Polisi.” Untuk Polsek yang wilayahnya termasuk rawan criminal kita intruksikan Kapolseknya untuk mengintensifkan Patroli malam dan siang hari, mudah-mudahan bisa menekan angka kriminalitas,” bebernya.

Ditambahkan Kasat Reskrim AKP Surachman, bahwa wilayah hukumnya menjadi salah satu walayah yang tinggi kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) dan  pencurian dengan kekerasan (Curas) dibandingkan daerah lain di provinsi Sumsel.

”Semua pelaku kriminal tersebut rata-rata menggunakan Senpi illegal dan senjata tajam (Sajam), jika peredaran senjata api ini kita tekan maka aksi kriminalitas akan turun, pihaknya juga otimis bahwa kasus yang belum terungkap akan diungkap pada tahun 2014 ini” terangnya.

 

TEKS : DONI AFRIANSYAH

EDITOR : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster