Jalinsum Terancam Putus

 359 total views,  2 views today

Nampak jln lintas sumatera yang nyaris putus

Nampak jln lintas sumatera yang nyaris putus

MURATARA, KS-Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), yang berada di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tepatnya di Desa Lawang Agung, Kecamatan Muara Rupit, terancam putus. Pasalnya pinggiran jalan yang berada ditepian Sungai Rupit, terancam longsor karena derasnya aliran air sungai tersebut.

Pantauan Kabar Sumatera, Jumat (3/1), di jalur tersebut setidaknya ada 1000 meter jalan negara ini yang rawan ambrol badan jalannya. Derasnya air Sungai Rupit menyebabkan, pinggiran sungai tersebut terus terkikis hingga mengancam badan jalan.

Bahkan informasi yang didapatkan dari warga, sudah 10 tahun terakhir ada puluhan rumah warga yang longsor dan terbawa arus sungai. Pada 2013 lalu menurut warga, ada beberapa rumah warga dan sebagian Jalinsum yang ambrol akibat longsor yang diakibatkan kikisan aliran air Sungai Rupit.

“Sebenarnya sejak Juli lalu, warga sudah mengirim surat ke Menteri Pekerjaan Umum dan Dirjen SDA serta Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII, agar segera membangun beronjong untuk menahan tanah dipinggir sungai yang sering longsor,” kata Kepala Desa (Kades) Lawang Agung, Lutfiawanti, kemarin.

Ia menyebut, saat ini ada sekitar 500 meter panjang Jalinsum yang berada di Lawang Agung nyaris longsor. Warga yang tinggal dipinggiran Jalinsum menurut Lutfiawanti, saat ketakutan karena rumah mereka pun terancam tergerus dan longsor akibat kikisan aliran air Sungai Rupit.

“Setiap tahun, selalu terjadi longsor. Kini kondisinya kian mengkuatirkan, karena jarak antara pinggiran sungai dengan badan jalan tinggal sekitar empat meter lagi. Kalau itu terus dibiarkan, Jalinsum bisa putus akibat badan jalan yang ambrol. Kalau itu terjadi, tentu akan mematikan perekonomian warga. Karenanya kami berharap, segara ada penanganan serius dari pemerintah,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Bachtiar atau Tiyok, warga Desa Lawang Agung yang tempat tinggalnya berada tak jauh dari pinggiran Sungai Rupit. Bachtiar menyebut, dapur di rumahnya saat ini tinggal satu meter lagi jaraknya dengan pinggiran sungai.

“Rumah saya, sduah empat kali bergeser. Dulu jarak rumah saya dengan badan jalan, sekitar 150 meter. Karena terus longsor, kini terus semakin dekat dengan badan jalan. Kalau sekali lagi longsor,  rumah saya juga akan ikut hanyut terbawa arus Sungai Rupit,” keluhnya.

Sejak beberapa tahun terakhir sambung Tiyok, sudah lebih kurang 45 warga yang rumahnya hanyut terbawa arus Sungai Rupit.  Pengikisan yang diakibatkan aliran sungai itu menurutnya, terus mengancam rumah warga termasuk Jalinsum.

“Kami sudah berulangkali melaporkan persoalan ini ke pemerintah, namun belum juga ada perhatian. Memang tiga tahun lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel pernah memasang bronjong dipinggiran Sungai Rupit, namun hanya sedikit dan sudah ambruk,” tukasnya.

 

TEKS              :  T MASRI SYAH

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster