Elpiji 12 Kg Tembus Rp 140 Ribu

 239 total views,  4 views today

Tabus Gas Elpiji 12 Kg | Bagus Park

Tabus Gas Elpiji 12 Kg | Bagus Park

*Ditingkat Pengecer

PALEMBANG, KS-Kenaikan harga elpiji tabung 12 Kilogram (Kg), terhitung sejak 1 Januari lalu dari menjadi sebelumnya antara Rp 80.000 – Rp 100.000 menjadi Rp 117.108, ternyata berimbas pada penurunan penjualan elpiji 12 Kg tersebut.

Zainal, salah satu pengecer elpiji di kawasan Kertapati saat dibincangi Kabar Sumatera, Jumat (3/1) mengaku, sejak kenaikan harga elpiji 12 Kg, penjualan elpiji tabung 12 Kg tersebut menurun.  “Biasa terjual 17 tabung perhari, sekarang hanya terjual sekitar 3-5 tabung saja perhari, menurunnya cukup trastis, lebih 50 persen,” keluhnya.

Zainal menyebut, ia sendiri menjual elpiji 12 Kg pertabungnya Rp 140 ribu. Harganya katanya, memang lebih mahal jika dibandingkan dengan harga yang ditetapkan Pertamina yakni Rp 117.108.

Sebab di agen, ia harus membeli elpiji 12 Kg pertabungnya Rp 133 ribu. “Di agen harganya Rp 133 ribu,  mereka mengaku harga tersebut disebabkan agen menanggung biaya transportasi untuk mengangkut elpiji tersebut dari SPBE,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) Kota Palembang, Juni Haslansi, dibincangi terpisah menyebut, kenaikan harga elpiji 12 Kg tersebut tentu menimbulkan dampak.

Namun berapa besar dampaknya, Disperindagkop menurutnya, tidak bisa memastikan. “Yang pasti, ada dampaknya bagi masyarakat. Namun pengguna elpiji 12 Kg ini umumnya, adalah masyarakat kelas menengah ke atas, tempat usaha, hotel, restoran dan lainnnya. Sedangkan untuk keluarga kurang mampu,  menggunakan elpiji tabung 3 Kg,” ujarnya.

Ditanya soal kemungkinan kelangkaan pada tabung elpiji 3 Kg, akibat adanya migrasi pengguna elpiji 12 Kg ke elpiji 3 Kg ? Juni memastika, hal itu tidak akan terjadi. Sebab dari hasil rapat antara Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) dengan Pertamina, dipastikan PT Pertamina akan menambah stok elpiji 3 Kg.

Sehingga walau pun terjadi migrasi pengguna elpiji 12 Kg ke elpiji 3 Kg, kelangkaan elpiji 3 Kg di pasaran tidak akan terjadi. “Masyarakat tidak perlu khawatir, masalah  stok elpiji baik 12 Kg maupun yang 3 Kg. Untuk 2014 ini, stok elpiji di Palembang aman dan tidak akan terjadi kelangkaan,” tegasnya.

Namun Juni menghimbau, agen dan pengecer jangan mengambil keuntungan terlalu besar. Menurutnya, Disperindagkop akan terus memantau harga elpiji baik tabung 12 Kg maupun elpiji 3 Kg di pasaran.  “Jangan terlalu tinggi naiknya, sesuaikan saja dengan ketentuan dari Pertamina dan Hiswana Migas,” himbaunya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster