Anggaran Pilkades Dikurangi

 211 total views,  2 views today

pilkades

-Dari Muaraenim Tidak Turun-

PALI | KS-Pemilihan Kepala desa (Pilkades), yang telah digelar di 31 desa di Kabupaten PALI, ternyata tidak semuanya mendapatkan bantuan hibah dari Pemkab Muaraenim. Dari jumlah tersebut hanya separuhnya yang mendapatkan dana hibah tersebut.

“Sebenarnya, dana pilkades ini asalnya memang Rp10 juta. Namun, terdapat keterlambatan dari pihak penyelengara pilkades lainnya yang menyerahkan proposal ke kabupaten, membuat dana pilkades yang telah keluar untuk desa-desa lain kita lakukan pembagian rata, sehingga setiap desa tidak menerima sebesar Rp10 juta,” kata Asrohi S.Sos MH, Camat Talang Ubi.

Menurutnya, tidak sampai separuh desa yang menggelar pilkades mendapatkan kucuran dana.

Sambungnya, lantaran tidak seluruh desa mendapatkan bantuan dari APBD Muaraenim, Pemkab PALI mengambil kebijakan untuk membagi rata dana pilkades tersebut sehingga dari bantuan sejumlah Rp 10juta itu setiap desa hanya menerima separuhnya.

“Kalau tidak begitu, belasan desa tidak menerima bantuan dana pilkades. Kasihan kan,” ungkapnya.

Agar semua desa dapat menerima bantuan tersebut, dengan terpaksa dirinya mengambil kebijakan itu. “Untuk kecamatan Talang Ubi, semuanya tidak mendapatkan bantuan dana pilkades dari Pemkab Muara Enim. Namun, dengan adanya kebijakan itu seluruh desa di Talang Ubi bisa menerima bantuan itu,” jelasnya.

Asrohi juga menjelaskan, dana bantuan pilkades itu sepenuhnya kewenangan Pemkab Muaraenim. “Muara Enim lah yang memberikan bantuan, kita hanya menyalurkan saja. Kenapa ada desa yang tidak mendapat bantuan, saya tidak tahu, coba tanya ke Muaraenim” tukasnya.

Penjelasan ini disampaikan Asrohi menjawab tudingan warga yang menduga pihaknya telah menyunat bantuan dana penyelenggaraan Pilkades di Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi. Pilkades  yang berlangsung 3 Oktober 2013 lalu itu, menurut warga dana bantuannya terindikasi telah “disunat”.

Warga yang menuding tersebut merupakan salah satu kandidat calon kepala desa dari lima yang mengikuti pilkades ini.  Warga juga menganggap dana pilkades ini terkesan tidak teransfaran terhadap para kandidat calon kepala desa yang menggikutinya.

“Dana yang diberikan Kabupaten Induk Muara Enim sebesar Rp10 juta. Namun, yang dibagi ke seluruh kandidat yang mengikuti hanya Rp1 juta. Saat dipertanyakan, ternyata dana tersebut sudah dipotong tanpa alasan yang jelas,” ujar Mendri, salah satu kandidat yang mengikuti pilkades ini, kepada wartawan.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa sebelum dilakukannya pilkades, setiap kandidat telah menggumpulkan dana sekitar Rp16 juta. “Jadi total kesuluruhanya mencapai Rp77 juta, dari setiap kandidat. Dan dana tersebut, setiap kandidat tidak boleh mempertanyakan kejelasan dana tersebut kemana saja,” lanjutnya.

Dirinya mengharapkan, pihak pemerintah Kabupaten PALI, bisa melakukan evaluasi terhadap besarnya dana penyelengaraan pilkades ini. “Kita hanya ingin ada ketransfaran akan dana ini. Kemana saja dana-dana ini. Dan kami meminta pihak kacabjari Pendopo bisa melakukan pemeriksaan akan hal ini,” harapnya.

 

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster