Songket Terancam Diklaim Malaysia

 724 total views,  2 views today

Seorang warga binaan Lapas khusus wanita sedang sibuk membuat kain songket khas Palembang dengan alat tenun di Lapas Khusu Wanita,Jl. Merdeka, Palembang. beberapa waktu lalu. Foto ; Bagus Ku

Seorang warga binaan Lapas khusus wanita sedang sibuk membuat kain songket khas Palembang dengan alat tenun di Lapas Khusus Wanita,Jl. Merdeka, Palembang. beberapa waktu lalu. Foto ; Bagus Park

PALEMBANG, KS-Minimnya perhatian terhadap berbagai warisan kesenian dan budaya daerah di Indonesia, membuat sejumlah kebudayaan dan kesenian di Indonesia tidak hanya terancam hilang namun juga diklaim oleh negara asing.

Sejumlah budaya, kesenian dan kuliner Indonesia seperti Reog, rendang dan lainnya bahkan pernah diklaim oleh Malaysia. Kini, kain songket yang merupakan khas Sumsel pun terancam diklaim negeri jiran tersebut.

“Di Malaysia, kain songket sudah mulai di produksi secara massal menggunakan mesin. Sehingga hasilnya, lebih halus namun harganya lebih murah. Pengusaha disana, bahkan membayar mahal tenaga dari Tangga Buntung, Palembang untuk menjadi pengawas ahli,” kata Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin, kemarin.

Karenanya sebut Alex, kain songket segera diusulkan menjadi warisan budaya dunia ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), badan khusus yang dibentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengurusi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya.

“Saat ini, songket, pempek sudah menjadi warisan budaya nasional. Kita sudah mendapatkan sertifikatnya dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), itu adalah tahapan yang harus dilalui untuk mengusulkan sebagai warisan budaya dunia,” sebut Alex.

Sementara untuk pempek, yang diklaim oleh Jambi, Alex tidak terlalu kuatir. Sebab kata Alex, pempek sudah diakui sebagai warisan budaya nasional dari Sumsel oleh Kemendikbud. Sementara untuk kuliner lain seperti mie celor menurutnya walau pun, dikenal sebagai kuliner khas Palembang namun cukup sulit mengakuinya sebab mie dikenal sebagai makanan khas dari Tiongkok.  “Kalau Dulmuluk, saya tidak kuatir bakal diklaim oleh Malaysia. Coba saja, kalau Malaysia bisa menirunya,” ungkap Alex.

Selain berbagai kebudayaan, kesenian dan kuliner tersebut menurutnya, masih banyak warisan budaya asal Sumsel yang akan dipatenkan dan diperjuangkan untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya nasional, kemudian diusulkan sebagai warisan budaya dunia.

Misalnya, budaya Rejung. Disepanjang aliran Sungai Musi mulai dari Tebing Tinggi hingga ke perbatasan Bengkulu, kemudian Lahat sampai Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin serta Palembang, banyak kesenian yang menggunakan gitar tunggal tersebut dengan penyebutan berbeda-beda. “Rejung juga, salah satu yang kita usulkan untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya nasional dari Sumsel,” tegasnya.

Sementara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Inovasi Daerah (Balitbangnovda) Sumsel,  Ekowati Retnaningsih menyebut, ada dua jenis hak paten yakni hak paten personal dan komunal.

“Pempek dan songket termasuk hak paten komunal. Itu sudah mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya nasional, sehingga kedepannya tidak ada lagi provinsi lain di Indonesia yang mengklaim kalau itu adalah warisan budaya mereka,” tukasnya.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster