Mularis dan Husni Diperiksa

 469 total views,  2 views today

 calon wali kota (cawako) Palembang, Mularis Djahri dan calon wakil wali kota (cawawako) Palembang

Mularis Djahri dan Husni Thamrin | Dok KS

PALEMBANG, KS-Setelah sempat bergandengan saat pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Kota Palembang beberapa waktu lalu, calon wali kota (cawako) Palembang, Mularis Djahri dan calon wakil wali kota (cawawako) Palembang, Husni Thamrin,  kini saling berseberangan.

Keduanya, Kamis (2/1), diperiksa oleh penyidik Unit Harda Subdit II, Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel). Pemeriksaan terhadap keduannya tersebut, terkait laporan penggelapan mobil yang disampaikan Mularis Djahri (MD) Center beberapa waktu lalu.

Secara tertutup, mantan keduanya dimintai keterangan selama kurang lebih tiga jam lamanya. Dibincangi usai pemeriksaan, Mularis dan Husni menunjukkan sikap yang kontradiktif.  Mularis terlihat santai, meski baru saja di kronfontir dengan ‘musuhnya’.

Ia pun meladeni wartawan dengan tenang beberapa saat usai menjalani pemeriksaan. Ia juga beberapa kali melepas senyum, ke arah juru tulis yang menyerbunya dengan puluhan pertanyaan.”Kedatangan saya ke sini untuk memenuhi pemanggilan dari penyidik, terkait laporan yang diajukan kepada pak Husni. Sebagai warga yang taat hukum, kita patuhi pemanggilan itu,” kata Mularis.

Dikatakan Mularis, sejak awal  terjadi permasalahan ini, ia telah berniat untuk menyelesaikan permasalahan  secara baik-baik dengan Husni.  Namun, pihak MD Center yang telah empat kali melakukan mediasi kepada pelapor namun hasilnya tidak juga ada kesepakatan, hingga tim MD Center, melaporkan kasus pengelapan terhadap Husni Thamrin kepada Polda Sumsel.

“Sebenarnya kita mau menyelesaikan permasalahan ini secara baik-baik, bahkan saya juga sebenarnya malu terkait kasus ini. Tetapi mau diapakan, pak Husni masih saja berkeras tidak mau mengembalikan. Kedepannya, kita  akan tetap menempuh jalur hukum hingga ke pengadilan,” ujarnya.

Sementara itu, Husni menunjukkan sikap yang berbeda. Langkah kakinya cepat menuju mobil pribadinya. Mesin mobil Daihatsu Xenia BG 1240 JA yang sudah menyala, seakan menunjukkan kalau mantan Sekda Kota Palembang ini, akan segera meninggalkan halaman Polda.

Langkahnya tak kunjung berhenti meski wartawan sudah mencegatnya dengan pertanyaan. “Kita hanya diminta keterangan ulang saja, dan diminta mengkalirifikasi. Untuk gugatan balik, kita belum sampai kesana,” kata Husni singkat.

Perseteruan antara mantan sahabat dekat ini terjadi, saat salah satu perwakilan MD Center melapor ke SPKT Polda Sumsel 26 Juli 2013 lalu. Dari surat laporan yang bernomor LPB/469/ VII/2013/SPKT Polda Sumsel, Husni dilaporkan telah melakukan penggelapan uang sebesar Rp 1,70 milyar milik MD.

Hal itu di karenakan Husni tidak mengembalikan mobil Toyota Alphard milik MD, yang dipinjamkan setelah tiga hari seusai kalah mencalonkan diri. “Beberapa waktu setelah di pinjamkan kendaraan tersebut, Tim MD Center pun mengambil kendaraan yang berada di Husni Thamrin. Itu dikarenakan mobil tersebut dibeli dengan menggunakan uang  MD Center. Tetapi saat itu pak Husni, tidak mau mengembalikanya,” sebut Mularis.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol R Jarod Padakova mengatakan,  pemeriksaan dilakukan merupakan penyidikan terkait laporan yang telah masuk ke Polda Sumsel. “Kita melakukan konfrontir untuk mempertemuakan kedua pihak antara pelapor dan terlapor,”  ujar perwira bermalati Tiga ini.

Sambungnya, pemeriksaan dilakukan merupakan bagian dari proses penyidikan, hingga saat ini akan terus ditindak lanjuti oleh pihaknya.  “Pemeriksaan dilakukan merupakan hasil dari gelar perkara pada 17 Desember kemaren, hingga saat ini telah 16 saksi diambil keterangan, terhadap dugaan pengelapan dan penipuan yang dilakukan oleh terlapor,” tukasnya.

 

TEKS              : OSCAR RYZAL

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster