Masyarakat Juga Dibebani Ongkos Angkut

 217 total views,  2 views today

Elpiji | Antarafoto.com

Elpiji | Antarafoto.com

*Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg

PALEMBANG, KS-Diawal tahun, masyarakat Indonesia mendapatkan “kado” yakni kenaikan harga elpiji tabung 12 kilogram (Kg). Harga elpiji tabung 12 Kg tersebut sejak 1 Januari naik menjadi Rp 117.108, dari sebelumnya antara Rp 80.000 – Rp 100.000.

Namun harga tersebut, belum final. Ditingkat pengecer, harganya kembali naik. Hendra, salah satu pegawai PT Alam Budi Mulya, yang merupakan salah agen elpiji Pertamina menyebut, harga elpiji 12 Kg yang ditetapkan Pertamina memang Rp 117.108.

Tetapi harga tersebut jelasnya, bisa bertambah tergantung dengan jarak antara agen dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE). “Harga yang di jual ditingkatkan konsumen, akan ditambah dengan ongkos angkut. Pertamina, tidak menanggungnya.  Kondisi ini un tidak sehat, karena tidak mendukung keberlangsungan pasokan elpiji kepada masyarakat. Kami dari agen, mau tidak mau harus menyetok tabung untuk para pengecer, itu pun tergantung pengecer yang bersedia tidaknya dengan kenaikan harga sekarang ini,” ujarnya Kamis (2/1).

Ia menambahkan, rata-rata kenaikan di tingkat konsumen adalah sebesar Rp 4.000/Kg. Besaran kenaikan di tingkat konsumen akan bervariasi, berdasarkan jarak SPBE ke titik serah seperti agen seperti pihaknya itu. Kenaikan harga elpiji 12 kg ini sebutnya, dipastikan memberatkan masyarakat. Bahkan muncul kekhawatiran, kenaikan ini akan memicu migrasi konsumen ke elpiji 3 Kg.

“Berbagai imbas yang diakibatkan dengan kenaikan harga elpiji 12 Kg ini, terutama masyarakat kecil akan semakin terhimpit. Dari sini biasanya masyarakat yang biasa menggunakan elpiji 12 Kg, akan beralih ke elpiji 3 Kg yang masih disubsidi. Kenaikan harga ini tak hanya dirasakan masyarakat kecil, tetapi juga masyarakat menengah hingga pelaku usaha restoran, rumah makan, dan perhotelan,” keluhnya.

Dibincangi terpisah, Ruslan (45), salah satu pedagang pengecer elpiji di kawasan Sekip menuturkan, harga elpiji 12 Kg di tokonya masih mengacu harga lama. Sebab, ketika dirinya mengambil berapa hari yang lalu, ia langsung menyetok untuk beberapa hari  yang akan datang.

“Kami menjual masih harga yang lama, kami menjual elpiji 12 kg dengan harga Rp 95.000 dan kalau pelanggan meminta untuk diantar langsung ke rumah, maka harganya naik lagi menjadi Rp 100.000. Saya sendiri belum tahu, kalau harganya naik,”  ujarnya.

Sementara itu, Abu (49), salah satu pedagang di kawasan IAIN Raden Fatah, Palembang mengaku, sudah mengetahui kenaikan harga elpiji 12 Kg ini sejak kemarin. Pria yang berprofesi sebagai pedagang martabak ini, mengaku kesulitan ketika mengetahui naiknya harga elpiji 12 Kg, yang biasa ia gunakan untuk berdagang.

“Kita sendiri bingung, mau menaikkan harga kasihan dengan para pelajar dan mahasiswa yang biasa belanja di sini. Namun, kemungkinan kami akan tetap menjual harga seperti biasa tapi dengan memberikan kemasan atau bahan dengan ukuran kecil, sebab dari sanalah untung yang kami dapatkan,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster