Investasi di Sumsel Ditargetkan Naik

 270 total views,  2 views today

Ilustrasi Investasi

Ilustrasi Investasi

PALEMBANG, KS-Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin menargetkan pada 2014, investasi yang masuk ke Sumsel ditargetkan mengalami kenaikan. Pernyataan Alex ini, sebagai bantahan, adanya isu yang berkembang kalau saat ini tidak ada investor yang tertarik berinvestasi di Sumsel.

“Siapa bilang tidak ada yang tertarik berinvestasi di Sumsel, bahkan banyak yang sudah mendaftar untuk berinvestasi di Sumsel. Bahkan kita menargetkan pada 2014, investasi di Sumsel meningkat,” kata Alex yang dibincangi belum lama ini.

Alex optimis, angka investasi di Bumi Sriwijaya pada 2014 akan naik. Alasannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, sudah memberikan kemudahan bagi investor asing yang ingin berinvestasi di Sumsel, terutama dalam hal perizinan.

Selain itu sebutnya, kekayaan alam di Sumsel cukup berlimpah mulai dari pertanian, perkebunan, pertambangan seperti batubara, minyak dan gas serta panas bumi. Melimpahnya kekayaan alam tersebut didukung dengan berbagai kemudahan yang diberikan tentu sebut Alex, akan menjadi daya tarik bagi investor asing untuk menanamkan uangnya di Sumsel.

Untuk meningkatkan investasi di Sumsel, pemprov sebutnya menawarkan berbagai kerjasama seperti  pembangunan jalur kereta api, jalan tol, eksploitasi batubara dan pembangunan Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA).

“Untuk saat ini, sudah ada perusahaan dari Amerika Serikat (AS) yang ingin berinvestasi di Sumsel. Tapi dibidang apa, masih dalam penjajakan. Nah untuk pengusaha asing lainnya masih rahasia,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Provinsi Sumsel, Permana menargetkan tahun ini, investasi yang masuk ke Sumsel meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya.

“Penetapan peningkatan target ini, kita lakukan karena target investasi 2013 mengalami over. Dimana pada 2013, target investasi Sumsel Rp 17,02 triliun sedangkan terealisasi mencapai Rp 18,05 triliun,” ucapnya.

Investasi tersebut, lanjutnya, masih di dominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak 79 perusahaan dan Penanaman Modal  Dalam Negeri (PMDN), sebanyak 42 perusahaan.

Rinciannya, investasi PMA Rp 6,25 triliun dan PMDN Rp 11,50 triliun. Serta tenaga kerja yang terserap yakni mencapai 36.919 orang.  “Capaian tersebut, melebihi target karena adanya kepastian siapa yang menjadi pemimpin Sumsel. Karena selama pelaksanaan Pemilukada Sumsel beberapa waktu lalu, banyak  investor hanya wait and see dan belum berkeinginan menanamkan modalnya,” jelas Permana.

Permana mengungkapkan, adapun bidang investasi yang diminati para investor masih tetap pada bidang perkebunan, pertambangan, energi dan perdagangan. “Namun yang membedakan tahun ini, investasinya kita arahkan pada investasi padat karya, dengan begitu nilai jual akan semakin tinggi dan penyerapan lapangan kerja meningkat,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster