BPMD Tinjau Ulang Pilkades Sungai Sodong

 929 total views,  2 views today

pilkades

  • Terkait Penggunaan Ijazah Palsu

KAYUAGUNG I KS-Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) setempat, akan membentuk tim untuk meninjau ulang hasil pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, terkait penggunaan ijazah palsu oleh kades terpilih Maonah, begitu juga salah satu tahapan verifikasi administrasi calon kades tidak dijalankan oleh panitia pilkades.

Demikian ditegaskan Kepala BPMD OKI, Ali Amir, Kamis (2/1).  Hasil pemilihan kades sungai sodong Kecamatan Mesuji yang dilaksanakan pada Senin 23 Desember 2013 dinilainya perlu ditinjau ulang.

“Ada laporan yang masuk kepada kami bahwa bahwa Kades terpilih Makonah diduga gunakan Ijaza Palsu, ini akan kita cek langsung ke dinas pendidikan apakah benar yang bersangkutan menggunakan ijaza palsu,” terangnya.

Kemudian ada salah satu tahapan dalam pilkades sungai Sodong tidak dilaksanakan oleh Panitia, salah satunya tahapan Verifikasi Administrasi.

“Pendaftaran dibuka tanggal 7-21 Desember, seharusnya ada verifikasi berkas calon dari pihak kabupaten, tetapi hal itu tidak dilakukan panitia, namun tiba-tiba tanggal 23 Desember, tepatnya hari Senin di laksanakan pilkades yang digelar mendadak, Jadi kapan verifikasi berkasnya, Sementara hari minggu kan libur, dan memang pihak kita belum  pernah memverifikasi Ijazah para calon kades sungai sodong,” terangnya.

Kata dia, jika hasil peninjauan ulang yang dilakukan tim dari BPMPD ternyata benar kades terpilih pakai Ijazah palsu, maka hasil pilkades akan di batalkan dan akan dilakukan pilkades ulang.

Seperti diberitakan sebelumnya dugaan penggunaan ijazah palsu dalam memenuhi parsyaratan administrasi pemilihan Kepala Desa (Kades) Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji,  OKI, Kades terpilih Maonah, dilaporkan lawannya, Cican ke Mapolres OKI didampingi rekannya Adelia.

Laporanya tertuang dalam Laporan Polisi bernomor LP /B/457/XII/3013/Sumsel/Res OKI. Menurut Cican, bahwa  kades terpilih menggunakan ijazah palsu, dirinya memiliki sejumlah bukti-bukti.

“Dari nilai ijazah rata-rata kades mendapatkan nilai yang baik, seperti bahasa arab, namun kenyataannya saya tahu betul yang bersangkutan saja tidak bisa berbahasa arab, selain itu juga, ada bukti rekaman yang kami pegang atas pengakuan dari pihak penyelenggara pendidikan yang mengeluarkan ijazah tersebut mengakui ijazah itu palsu, karena pengeluarannya sepihak tanpa diketahui dinas pendidikan terkait,” ujar Cican.

Selain menggunakan ijazah palsu, kata dia pelaksanaan pilkades di Desa Sodong banyak indikasi kecurangan. Pihaknya meminta kemenangan terhadap kades terpilih dibatalkan, karena terindikasi cacat hukum. Dan pihaknya juga meminta kepada pihak kepolisian agar memproses laporan pihaknnya terkait penggunaan ijazah palsu oleh kades terpilih (Maona).

”Kita minta pihak kepolisian menindaklanjuti laporan kita, dan kepada pemerintah setempat yang dalam hal ini BMPD untuk membatalkan hasil kemenangan kades terpilih yang kami nilai cacat hukum,” tandasnya.

 

TEKS : DONI AFRIANSYAH

EDITOR : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster