Pembangunan Jalan Prioritas Utama

 275 total views,  2 views today

Salah satu titik jalan Sungai Baung yang rusak parah

Salah satu titik jalan Sungai Baung yang rusak parah

PALI | KS-Pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pemkab PALI) pada anggaran tahun 2014 ini.

Selain pembangunan infrastruktur jalan, Pemkab juga tidak melupakan sektor-sektor lain yang menjadi perhatian Penjabat Bupati PALI, yakni bidang pendidikan, kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Penyusunan Program dan Pengendalian Pembangunan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten PALI, Adi Fikri.

“Ya, di 2014 kita menitikberatkan pada jalan. Kedua pendidikan dan kesehatan. Ini yang kita prioritaskan,” ungkapnya.

Menurut Adi, Pemkab PALI yang dipimpin Penjabat Bupati Ir H Heri Amalindo MM lebih terfokus ke pembangunan infrastruktur jalan, dengan harapan akan mempercepat proses mobilisasi barang dan jasa masyarakat dalam berbagai bidang.

“Apalagi selama ini, kendala jalan memang sudah lama menjadi tuntutan krusial masyarakat untuk dapat segera dibenahi,” ujarnya.

Dengan adanya sarana jalan yang memadai, sambungtnya, diharapkan akan berdampak positif dalam menggerakan berbagai sektor pelayanan pemerintahan di berbagai bidang pembangunan PALI sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB).

“Selain itu, ada beberapa program lain yang kami canangkan. Seperti pengentasan kemiskinan di bidang kesra serta program-program lain,” lanjut Adi saat  mewakili Kepala Bappeda PALI, Drs Gogor Wira Bumi menjadi pembicara dalam acara dialog/ audiensi antara Pemerintah Kabupaten PALI dan masyarakat PALI di Gedung Pesos, Selasa, (31/12/2013), lalu.

Adi menjelaskan, mekanisme alur pembangunan yang dicanangkan Bappeda sendiri akan dilaksanakan baik dari bawah ke atas, maupun dari atas ke bawah. Sehingga dengan demikian, kedepannya nanti semua program akan dapat ditampung semuanya.

“Walaupun untuk tahun ini (2014 -red) tiga program tersebut jadi prioritas, untuk SKPD lain tidak kami lupakan. Kita kasih porsi juga walaupun jumlahnya kecil,” tutur Adi Fikri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikbudpora), PALI, Drs M Amin MM mengemukakan, fenomena sebuah kelahiran kabupaten baru tak ubahnya seperti kelahiran seorang bayi. Dimana perkembangannya tentu membutuhkan sebuah tahapan-tahapan.

“Demikian pula kita, dalam membangun perlahan-lahan. Jadi kita tidak dapat cepat melesat seperti Brunai,” kata Amin yang juga jadi pembicara dalam dialog yang dibuka Asisten III, Ruswani SH.

Sedangkan dr Eni Zatila MKM, menambahkan, masalah kesehatan di Kabupaten PALI masih cukup memprihatinkan dibanding Kabupaten induk. Utamanya dari segi anggaran yang dicanangkan untuk 2014.

“Bidang kesehatan semestinya mendapatkan 15 persen dari anggaran yang tersedia. Pendidikan juga demikian, dimana seharusnya mendapat alokasi 20 persen dari anggaran,” katanya.

Namun, dengan segala keterbatasannya, untuk 2014 ini, dibeberkan Eni, pihaknya dalam hal ini Dinas Kesehatan hanya mendapat jatah 4 persen dari anggaran Kabupaten PALI. “Sebab, anggaran di 2014 diutamakan untuk jalan, karena itu sangat penting,” katanya.

Meski begitu, lanjut Eni, dirinya ikhlas menerima anggaran sebesar 4 persen tersebut. “Ya, 4 persen dari anggaran tersebut cukuplah. Yang penting adalah pelayanan. Itu yang kami utamakan,” katanya.

 

Teks: Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster