Palembang Jadi “Lautan” Manusia

 187 total views,  6 views today

Tampak kendaraan memadati jl. Merdeka, Palembang saat perayaan malam pergantian tahun, Selasa (31/12). Ribuan warga memadati Benteng Kuto Besak yang merupakan pusat perayaan di kota palembang. Foto : Iwan Cheristian/KS

Tampak kendaraan memadati jl. Merdeka, Palembang saat perayaan malam pergantian tahun, Selasa (31/12). Ribuan warga memadati Benteng Kuto Besak yang merupakan pusat perayaan di kota palembang.
Foto : Iwan Cheristian/KS

*Semarak Malam Tahun Baru

-Ribuan masyarakat Kota Palembang, Selasa (31/12) malam atau di malam pergantian tahun, memadati sejumlah pusat-pusat keramaian yang ada di metropolis. Pantauan Kabar Sumatera, ada sejumlah kawasan yang menjadi pusat perayaan tahun baru di Palembang.

Diataranya di kawasan pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), kawasan Jalan Jend Sudirman tepatnya di bundaran air mancur, kawasan Jakabaring, Jembatan Ampera, Simpang Polda dan sejumlah kawasan lainnya.

Ribuan masyarakat pun terlihat melintas di kawasan jalan protokol, menggunakan sepeda motor, dan kendaraan pribadi lainnya. Mereka juga sesekali meniukan terompet yang memang banyak di jual oleh pedagang musiman tersebut.

Di Jembatan Ampera, petugas dari Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang, menerapkan sistim buka tutup di atas jembatan bersejarah tersebut. Bahkan sejak pukul 23.00 WIB, kendaraan tidak bisa lagi melintas di atas jembatan tersebut.

Sehingga jadilah kawasan di atas Jembatan Ampera, dipenuhi oleh masyarakat. Tepat pukul 00.00 WIB, suara terompet disertai dentuman kembang api sahut-menyahut menyambut pergantian tahun tersebut. Langit Palembang pun terlihat malam tersebut, penuh warna.

Sementara itu di pelataran BKB, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menggelar pesta rakyat. Sejumlah pejabat di lingkungan pemkot, nampak hadir termasuk Wali Kota Palembang, Romi Herton.

Ribuan masyarakat yang memadati pelataran BKB, dihibur oleh sejumlah artis ibu kota. “Saya sengajata datang jauh-jauh dari Lahat ke Palembang, karena ingin menikmati suasana malam tahun baru di Palembang,” kata Sopian, warga Lahat saat dibincangi di pelataran BKB.

Sebenarnya sambung Sopian, suasana tahun baru di Lahat juga meriah. Namun ia dan sejumlah teman-temannya, sengaja ingin melihat suasana malam tahun baru di Palembang. “Apalagi ada artis ibu kota, dan semarak pesta kembang api,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Ardi. Pria yang mengaku berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini menyebut, sudah tiba di Palembang sejak pukul 17.00 WIB.  “Kalau datang sudah malam, takutnya jalanan sudah macet.  Jadi untuk mengatisipasinya, kami datang sore. Selain ke BKB, kami juga sempat wisata ke Pulau Kemaro dengan menyewa ketek,” ujarnya.

Dibincangi disela-sela pesta rakyat, Wali Kota Palembang, Romi Herton menyebut wajar jika Palembang menjadi “lautan” manusia di malam tahun baru. Menurutnya, Palembang adalah ibu kota dari Provinsi Sumsel sehingga menjadi banyak rujukan bagi masyarakat dari kabupaten dan kota untuk mengisi liburan malam tahun barunya.  “Tak hanya tahun baru, di moment-moment tertentu terutama saat ada event-event besar pasti Palembang akan diserbu oleh masyarakat dari kabupaten dan kota di Sumsel,” ujarnya.

Romi juga berharap di 2014, Palembang akan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. Karenanya ia meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Palembang, untuk bekerja lebih keras dan maksimal lagi.  “Kita berharap di 2014, perekonomian masyarakat akan semakin meningkat, pengangguran menurun, serta kawasan kumuh semakin berkurang,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster