Jangan Ada Masyarakat tak Terlayani

 180 total views,  2 views today

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

*Program JKN Kesehatan Diluncurkan

PALEMBANG, KS-Terhitung 1 Januari 2014, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Pengelola Jaminan Nasional (BPJS) mulai dilaksanakan. Dalam program ini terutama untuk JKN Kesehatan, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin meminta tidak ada lagi keluhan.

Menurut Alex, jangan sampai ada masyarakat miskin yang tidak terlayani dengan baik dalam program JKN Kesehatan tersebut.  Hal itu diungkapkan Alex Noerdin usai meresmikan BPJS Kesehatan Sumsel, Selasa (31/12).

Menurut Alex, Melalui BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan pihaknya tidak ingin mendengar ada pekerja, yang tidak terlindungi dan tidak mau mendengar ada rakyat miskin yang tidak bisa berobat karena alasan biaya. Sebab selama ini Sumsel sebutnya, sudah menjalankan program berobat gratis bagi masyarakatnya.

“Program berobat gratis yang telah berjalan, menjadi andalan pemprov karena dirasa sangat menyentuh kehidupan masyarakat kurang mampu. Jadi pada 2014, program berobat gratis ditingkatkan sehingga kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan terpenuhi,” kata Alex usai meresmikan BPJS di halaman RS Khusus Mata, Palembang, Selasa (31/12).

Selain itu tambah Alex, diteruskannya program berobat gratis karena masyarakat di daerah masih banyak yang terlayani, dalam program kesehatan seperti Askes dan Jamsoskes. Melihat hal tersebut, maka program jaminan kesehatan masih menjadi hal utama Pemprov Sumsel dalam melayani masyarakat.

“Selain program berobat gratis,  kita juga tetap melanjutkan sekolah gratis. Karena itu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Begitu juga tenaga kerja akan diutamakan, dengan meningkatkan infrastruktur di kawasan yang dianggap bisa membuat pertumbuhan ekonomi semakin meningkat dengan mengundang para investor,” ujarnya.

Alex juga menyebut, ada tiga prioritas pembangunan di Sumsel yaitu pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja. Dibidang kesehatan, Sumsel telah melakukan program berobat gratis sejak lima tahun yang lalu. “Dengan diluncurkannya program BPJS, maka lebih banyak masyarakat yang terjamin kesehatannya,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, program  BPJS tidak akan tumpang tindih dengan program Jamsoskes Sumsel Semesta, bahkan akan semakin mempermudah masyarakat. “Yang tercover dalam JKN Kesehatan sekitar 4 juta. Nah yang belum tercover oleh BPJS bisa di cover Jamsoskes Sumsel Semesta itu yang dinamakan universal coverage,” katanya.

Alex mengungkapkan, pemprov menyambut baik program kesehatan yang dibuat pemerintah pusat. Pasalnya, program kesehatan selama ini terbatas, karena masalah dana. Namun dengan program tersebut, bisa diatasi karena peserta BPJS sendiri yang membayar.

“Dengan adanya progam ini, peserta membayar dengan mengurangi pendapatannya seperti biaya 4,5 persen untuk PBI, maka 4 persen dibayarkan perusahaan yang bersangkutan dan 0,5 persen dibayarkan oleh peserta,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel,  Fenty Aprina mengatakan, seluruh kabupaten/kota di Sumsel siap melaksanakan BPJS. “Program JKN ini program nasional artinya bisa berjalan di seluruh kabupaten/kota termasuk daerah pemekaran,” ucapnya.

Mengenai fasilitas kesehatan, Fenty menuturkan,  Sumsel siap dengan fasilitas yang ada. Fasilitas  sudah siap sejak lima tahun yang lalu. “Fasilitas yang dimiliki Sumsel saat ini yang siap untuk BPJS yaitu RS sebanyak 35 RS, dokter keluarga sebanyak 103 dokter, Klinik Pratama sebanyak 27 klinik, dan puskesmas sebanyak 322 puskesmas. Puskesmas harus punya kemampuan atau kompetensi mengatasi penyakit influenza, DBD, hipertemsi dan diabetes mellitus esensial atau tipe 1 harus bisa sembuh di Puskesmas,” terangnya.

Fenty menjelaskan, 3.809.400 jiwa yang memiliki jaminan kesehatan beralih ke BPJS. Rinciannya adalah Jaminan Askes 473.404 peserta, TNI 12.307 peserta, Polri 20.554 peserta, Jamsostek 149.466 peserta dan PBI 2.433.669 peserta.  “Peserta PBI Sumsel sekitar 3 jutaan, untuk peserta non PBI di tanggung Jamsoskes,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster