80 Pengendara Tewas Lakalantas di OKI

 196 total views,  2 views today

Ilst. Lakalantas

Ilst. Lakalantas

KAYUAGUNG  I KS-Terhitung  Januari – Desember 2013, korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas (Lakalantas)  di wilayah hukum Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencapai 80  korban jiwa, jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2012 yang mencapai  97 korban jiwa yang meninggal dunia.

Hal ini diungkapkan Kasat Lantas Polres OKI AKP Tamimi, menyebutkan sepanaang tahun 2013 ini kelelakaan lalulintas di OKI mencapai 174 kasus. Meninggal dunia sebanyak 80 orang, kemudian 110  jiwa mengalami luka berat (luber) dan  113  jiwa mengalami luka ringan, dengan kerugian material Rp 1.638.300.000.

Kata Tamimi, jumlah  kasus kecelakaan lalulintas di Kabupaten OKI sejak tahun 2012 terus mengalami penurunan, ditahun 2012 jumlah lakalantas sebanyak 207 kasus, korban meninggal dunia sebanyak 97 orang, luka berat sebanyak 138 orang dan luka ringan sebanyak 168 jiwa, kerugian material Rp 1.302.250.000.

“Kita berharap kesadaran masyarakat dalam berlalulintas terus mengalami peningkatan,” ungkapnya.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan angka kecelakaan di wilayah OKI, dengan melakukan operasi, penyuluhan dengan kelompok-kelompok masyarakat dan penambahan rambu-rambu lalulintas bersama dengan dinas perhubungan.

“Memang jumlah yang meninggal dunia masih tinggi, kita berharap tahun depan ada penurunan lagi,” cetusnya.

Koordinasi dengan intansi terkait untuk melaksanakan himbauan atau sosialisasi kepada warga masyarakat disemua lapisan, terus dilakukan tetapi kecelakaan menurutnya  masih saja terjadi karena human eror.

“Penyebab kecelakaan itu kebanyakan disebabkan karena ulah pengendara itu sendiri yang tidak patuh pada aturan lalulintas, sudah tahu jalan tikungan tajam tetapi masih saja dengan kecepatan tinggi, dan kelalaian lainya,” ujarnya.

Kata dia, selama bulan Juli dan Agustus 2013 jumlah kecelakaan lalulintas yang paling tinggi yakni berjumlah 39  kasus.

“Korban yang meninggal dunia saat itu berjumlah 21 orang, karena saat itu memang arus lalulintas sangat padat, karena memasuki masa arus mudik dan arus balik lebaran,” ungkapnya.

Ditambahkan Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat, kebanyakan kasus lakalantas terjadi wilayah Jalan lintas timur (jalintim), terutama pada titik rawan kecelakaan seperti tikungan tajam dan beberapa ruas jalan kabupaten OKI.

“Untuk mengurangi jumlah lakalantas tersebut, kita rutin melakukan penertiban untuk mengantisipasi tingkat laka dan pelanggaran. Selain razia, Satlantas juga memasang peringatan melalui spanduk dan baliho di daerah tertentu,” tuturnya.

Selain rutin melakukan penertiban dan menugaskan anggota pada titik-titik rawan laka, satlantas  juga memasang spanduk dan baliho yang isinya  berupa peringatan kepada masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir angka pelanggaran dan laka lantas.

Masih tingginya jumlah kasus Lakalantas disebabkan rendahnya kesadaran warga dalam berdisipin di jalan raya. dari jumlah korban jiwa itu ternyata 35 % diantara korban merupakan orang yang masih berusia anak sekolah atau usia produktif.

”Kenyataan inilah yang perlu adanya pemberitahuan atau pendidikan berlalu lintas pada anak usia dini, sesuai intruksi kapolri pendidikan lalulintas masuk kurikulum pendidikan,” jelasnya.

 

TEKS:DONI AFRIANSYAH

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster