Wisuda pun Jadi Ajang Kampanye

 189 total views,  2 views today

Baleho milik salah seorang calon anggota DPD, Aidil Fitri Syah, terpampang dalam acara wisuda Universitas PGRI Palembang, Kamis (26/12) lalu. Padahal berdasarkan PKPU No 15 tahun 2013, caleg dilarang memasang atribut kampanye di kawasan pendidikan. Foto: Bubun Kurniadi/KS

Baleho milik salah seorang calon anggota DPD, Aidil Fitri Syah, terpampang dalam acara wisuda Universitas PGRI Palembang, Kamis (26/12) lalu. Padahal berdasarkan PKPU No 15 tahun 2013, caleg dilarang memasang atribut kampanye di kawasan pendidikan. Foto: Bubun Kurniadi/KS

PALEMBANG, KS-Banyak jalan menuju Roma, mungkin pepatah ini yang digunakan oleh calon anggota legislatif (caleg), untuk mempromosikan dirinya agar mendapat simpati dan dukungan masyarakat dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 mendatang.

Tak cukup dengan memasang baleho, spanduk dan alat peraga lainnya di tempat-tempat strategi, caleg pun memanfaatkan momen wisuda dan seminar untuk mencari dukungan. Setidaknya ini, yang terlihat dalam wisuda Universitas PGRI Palembang, Kamis (26/12) lalu.

Pantauan Kabar Sumatera, dalam wisuda yang digelar di Gedung Guru , Jalan Gotong Royong, Plaju tersebut, terlihat sebuah baleho salah salah seorang calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), terpampang dihadapan wisudawan, keluarga wisudawan dan undangan lainnya.

Bahkan Rektor Universitas PGRI, Dr H Syarwani Ahmad pun dalam sambutannya secara terang-terangan, menyatakan dukungan untuk pencalonan H Aidil Fitri Syah sebagai calon anggota DPD dalam Pileg 2014.

“Itu tidak jadi masalah, saya juga mendukung pencalonan pak Aidil sebagai calon anggota DPD. Bagi Universitas PGRI, itu suatu kebanggaan sehingga kami siap mempromosikannya, asalkan nanti saat terpilih dapat memperjuangkan guru di Sumsel,” kata Syarwani yang dibincangi, kemarin.

Sementara itu Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palembang, Riduwansyah yang dibincangi di ruang kerjanya, Senin (30/12), menyebut sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 tahun 2013, caleg dilarang melakukan kampanye atau memasang atribut kampanye di lembaga pendidikan.

“Kalau memang itu benar, jelas itu melanggar aturan. Kita akan merekomendasikan ke KPU Kota Palembang, untuk melakukan tindakan. Kita tidak melarang caleg mempromosikan diri, namun harus sesuai dengan zona yang sudah ditetapkan. KPU Kota Palembang, sudah menetapkan 107 zona yang tersebar di semua kelurahan di Palembang,” tegasnya.

Dibincangi terpisah, Komisioner KPU Kota Palembang, Yudha Mahrom menyebut, pada PKPU Nomor 15 tahun 2013, sudah ditegaskan kawasan mana saja yang diharamkan bagi caleg untuk memasang atribut kampanyennya.

“Ada sejumlah kawasan yang dilarang, sesuai dengan PKPU Nomor 15 tahun 20013. Kawasan tersebut yakni tempat ibadah, pelayanan kesehatan atau rumah sakit, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan, jalan-jalan protokol, serta jalan bebas hambatan,” jelas Yudha.

“Namun untuk pemasangan atribut kampanye, dalam kegiatan wisuda yang menggunakan fasilitas umum, itu belum ada aturannya. Apakah itu melanggar atau tidak, kita menunggu rekomendasi dari Panwaslu. Jika ada rekomendasi, tentu kita akan peringatan caleg tersebut,” tukasnya.

 

TEKS              : BUBUN KURNIADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster