Masyarakat Dihimbau tak Berlebihan

 306 total views,  2 views today

Kemeriahan pesta kembang api ketika awal tahun 2013 lalu di Bentang kuto Besak, Palembang. Foto ; Bagus Park

Kemeriahan pesta kembang api ketika awal tahun 2013 lalu di Bentang kuto Besak, Palembang. Foto ; Bagus Park

*Rayakan Malam Tahun Baru

PALEMBANG, KS-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menghimbau masyarakat untuk tidak merayakan tahun baru secara berlebihan. “Lebih baik dalam merayakan tahun baru itu dilakukan dengan sederhana, jangan berlebihan,” ujar Ketua MUI Sumsel, H Sodikun saat dibincangi di kantornya, Senin (30/12).

Sodikun mengatakan, dalam menyambut tahun baru nanti, lebih baik masyarakat mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang positif seperti menggelar zikir, mengangkat seni dan budaya kedaerahan pada saat menggelar hiburan dan yang terpenting, melakukan intropeksi diri apa yang telah dilakukan dan apa yang harus dilakukan kedepan.

“Selama ini dalam menyambut tahun baru, masyarakat kita selalu terus menerus hanyut akan eforia berlebihan dengan kembang api, hiburan larut malam dan ditambah dengan minuman keras. Ini tidak ada edukasinya, malah menjadi kebiasaan. Paradigma inilah, yang harus diubah, ” kata Sodikun.

Untuk mengubah paradigma yang telah menjadi kebiasaan masyarakat tersebut, menurutnya harus didukung semua kalangan baik dari pemerintah, pihak swasta maupun dari masyarakat itu sendiri. “Jelas untuk mengubah itu butuh dukungan dari semua pihak, tidak hanya dari kita saja,” ungkap Sodikun.

Tidak jauh berbeda, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumsel, KH Thohlon Abdul Rauf mengatakan, perayaan tahun baru, harus dijadikan sebuah media untuk mengkoreksi diri atas hal-hal yang telah dilakukan sebelumnya. “Jadi kita dapat mengetahui apa yang belum berhasil kita lakukan pada tahun ini dan menjadi catatan kita untuk diperbaiki di tahun depan,” ujarnya.

Artinya, makna perayaan tahun baru itu bukanlah untuk hura-hura, bermabuk ria dan berbuat maksiat. “Kita tidak melarang bagi umat Islam untuk merayakan tahun baru, hanya saja jangan sampai kebablasan atau berlebihan dalam merayakannya. Dan yang terpenting, tidak melanggar apa yang telah diharamkan bagi umat Islam,” tukasnya.

 

TEKS : IMAM MAHFUZ

EDITOR : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster