KPS Adi Tak Berlaku

 307 total views,  2 views today

Kartu Perlindungan Sosial (KPS)

Kartu Perlindungan Sosial (KPS)

LAHAT KS-Kesejahteraan siswa miskin melalui Bantuan Siswa Miskin (BSM) oleh Menteri Pendidikan dengan syarat wajib ada Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang dimiliki siswa ternyata hanyalah persyaratan palsu. Ini diungkapkan siswa Sekolah Dasar (SD) 23 Kota Lahat yang mempunyai KPS dan telah diberikan kepada pihak sekolah. Walhasil, saat pencairan dana BSM, nama siswa ini tidak tercantum.

KPS yang dimiliki siswa itu bahkan lengkap dengan nama, kepala Rumah Tangga, dan Tanda Tangan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas yaitu Amidah S Alisahbana.

Adi si siswa SD N 23 yang kini duduk di bangku kelas 3  kepada Kabar Sumatera, Senin (30/12) menceritakan, pada saat ia menandatangani berkas guna pengambilan uang BSM di Bank Sumsel Babel, toh namanya tidak terdaftar sebagai penerima dana BSM.

“Waktu itu, orangtua aku yang ambil berkas di sekolah. Nah, waktu aku tanyo, kato guru namo aku idak ado didaftar, pada hal aku ado kartu KPS,” ucap Adi setengah tak percaya.

Ujang, ayah Adi menambahkan, ia sangat kecewa dengan pihak SD N 23 Lahat. Soalnya, ada siswa yang tak punya KPS, namun dapat dana BSM. Sedangkan Adi sama sekali tidak bisa mendapatkan. Aneh sekali sekolah itu,” kata Ujang kesal.

Sementara itu, Endang Supriatman KUPT Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat ketika dikonfirmasi soal siapa saja yang berhak mendapatkan dana BSM? Ia menjawab, tentang hal itu bukan tanggungjawabnya. Endang hanya bertugas menerima dan memberikan berkas siswa calon penerima BSM ke Bidang TK/SD Dinas Pendidikan.

“Kami hanya menerima saja. Selanjutnya berkas diberikan ke Dinas. Orang Dinas yang ngurusi soal dana BSM ini,” katanya.

Sesampainya di Dinas Pendidikan Lahat, Kabar Sumatera menemui Eli yang namanya disebutkan oleh Endang Supriatman. Alhasil, hari itu Eli yang juga panitia penerima BSM pun tak ada di ruang kerja. Rekan sekantornya berjawab, bahwa si Eli tak ada di tempat, ia ijin pulang karena sakit perut

Inal Hamsi, panitia penerimaan BSM menyampaikan, dirinyapun tidak tahu menahu siapa saja yang memeorleh BSM.

“Mungkin saja si Adi itu waktu ditanya, apakah ada kartu KPS? Adi jawab ada, tetapi ia tak menunjukkannya, sehingga ia tidak mendapatkan dana BSM,” terangnya.

Kata Inal, ada sebanyak 1.700 daftar nama lagi yang diusulkan untuk mendapatkan dana BSM. Untuk itu, ia berharap nama Adi bisa didaftarkan lagi.

“Ya, kami minta Kabar Sumatera agar menjelaskan ini pada keluarga Adi  agar tidak terjadi simpang siur,” pinta Inal.

 

TEKS:JUMRA ZEFRI

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster