20 Tahun Lagi Korupsi Akan Jadi Tindakan Primitif

 244 total views,  2 views today

Foto ; Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina Jakarta  Anies saat menyampaikan orasi kebudayaan dalam acara Tabligh Akbar di Masjid Kiai Marogan Palembang, Ahad (2912)... Foto Iwan Cheristian

Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina Jakarta Anies saat menyampaikan orasi kebudayaan dalam acara Tabligh Akbar di Masjid Kiai Marogan Palembang, Ahad (2912)… Foto Iwan Cheristian

PALEMBANG, KS-Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina Jakarta mengatakan, korupsi dalam dua dekade (20 tahun) mendatang akan menjadi tindakan primitif. Sebab, seperti sejarah jual beli manusia di masa lalu, seperti di zaman perbudakan. Di masa itu, jual beli manusia seolah menjadi hal yang biasa. Ini sama halnya dengan korupsi di era sekarang yang daingap hal biasa. “Tetapi kalau upaya semua keluarga, lembaga dan individu mau turun tangan bersama memperbaiki negeri dengan membersihkan korupsi, maka dalam dua dekade ke depan, korupsi akan menjadi tindakan yang primitif, yang kemudian akan dilarang keras,” tegas Anies saat menyampaikan orasi kebudayaan dalam acara Tabligh Akbar di Masjid Kiai Marogan Palembang, Ahad (29/12).

Anies mengakui, korupsi selama ini sudah menjadi penyakit kronis di negerti ini. Sebab menurut Anies, hampir di semua jajaran dalam konteks tatanan kenegaraan, korupsi sudah demikian parah menggerogoti Indonesia di hampir semua tingkatan. Oleh sebab itu, menurut salah satu calon presiden yang sempat ikut dalam konvensi Partai Demokrat ini mengajak kepada seluruh elemen untuk memulai pemberantasan korupsi dari rumah.

Bagi Anies, dalam upaya memberantas korupsi, orang tua wajib menjadi tauladan yang baik bagi anak-anak. Sebab, tauladan bukan hanya dengan kata-kata tetapi harus dengan tindakan dan ketauladanan. Anies menegaskan, anak-anak adalah pemegang masa depan bangsa ini. “Mulai sekarang, semua orang tua jangan lagi mengajari anak berbohong. Selama ini ada orang tua yang suka mengajari berbohong. Seperti ketika ada tamu, kemudian berpesan kepada anaknya : Nak, nanti kalau ada tamu bilang ayah tidak ada, padahal ayahnya ada di rumah. Secara tidak langsung ini bagian pelajaran buruk yang seharusnya tidak lagi dilakukan di rumah atau diluar rumah. Sebab dari sanalah berbohong dan korupsi akan dimulai,” tambahnya.

Terhadap upaya pemberantsan korupsi ini,

Melihat kenyataan itu, Anies menegaskan, sudah saatnya sekarang orang-orang baik mengambil peran dalam memperbaiki negeri. Sebab jika sekumpulan orang baik hanya menjadi  penonton, berbagai kasus keburukan negara, termasuk korupsi tidak akan selesai.  “Sekarang saatnya orang yang baik turun tangan dan jangan lagi hanya urun angan. Sebab kasus korupsi tidak akan selesai dengan menonton dan hanya berdoa. Orang baik harus berbuat untuk negeri ini,” tegasnya.

Semantara itu, dalam event yang sama, KH Syarif Rahmat, penceramah yang sering muncul di Damai Indonesiaku di TV-One, banyak membahas tentang manfaat umur manusia. Menurut KH Syarif untuk memanfaatkan umur yang terus bertambah, sudah seharusnya setiap umat menggunakan sisa umur untuk ikut serta dalam memperbaiki negeri. Sebab menurut Syarif, hanya dengan perbuatan baik, negeri ini akan menjadi bangsa yang bermartabat dan lebih baik. “Kita sebagai umat, apalagi di ujung tahun sudah wajib melakukan evaluasi, sudah berapa banyak kebaikan yang dilakukan untuk diri kita, atau untuk orang lain. Kalau umur kita sudah enam puluh tahun, sementara jatah hidup kita enam puluh satu tahun, berarti kesempatan kita tinggal satu tahun. Inilah yang patut direnungkan untuk ikut serta dalam perbaikan negeri secara bersama-sama,” tegasnya.*

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster