Kaki Mesi Ditembak Petugas

 163 total views,  4 views today

senjata-api

PALEMBANG, KS – Mesi (42), spesialis pencopet di Pasar 16 Ilir, Palembang, terlihat tergolek sambil menahan sakit di kakinya saat berada di Mapolsek Ilir Timur I, Palembang.

Petugas terpaksa menembak  kaki warga Jalan Keduakan, 35 Ilir, Kelurahan Tangga Buntung, Palembang, ini lantaran kabur saat hendak di tangkap Sabtu (29/12) di wilayahTangga Buntung.

Informasi yang didapat, penangkapan terhadap Mesi berkat nyanyian kedua temannya yakni Mulyadi (40) dan Hendra (34), yang terlebih dahulu dibekuk Rabu (25/12), lalu di Pasar Buah 16 Ilir.

Mendapat informasi tersebut, Tim Buser Polsekta Ilir Timur I, Palembang langsung memburu Mesi. yang mengendus keberadaan Mesi di rumah mertuanya. Petugas pun langsung menangkapnya.

Sayangnya, saat hendak di tangkap, Mesi berusaha kabur. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara Mesi dan petugas. Tidak ingin buruannya lepas, menembakan peringatak ke udara.

Rupanya, tembakan petugas tidak digubrisnya. Petugas pun langsung mengarahkan senjata ke kaki residivis Pasar 16 Ilir tersebut. Satu peluru tepat bersarang di betis Mesi. Petugas pun langsung menggelandang ke Mapolsek Ilir Timur I.

Mesi mengaku dirinya baru pertama kali melakoni pekerjaan sebagai pencopet karena di ajak Edi.

“Saya baru pertama kali nyopet karena di ajak Edi. Tugas saya hanya memperlambat korban dari depan dan Edi yang bertugas mengambil dompet milik korban,” kilahnya.

Ia mengaku, baru kenal dengan Edi satu bulan lalu di daerah proyek. Saat itu Edi mendatangi dan langsung mengajak mencopet.  “Baru sebulan saya kenal dengan Edi setelah kenal saat itu Edi datang ketempat saya kerja bangunan di bawah proyek. Dia (Edi –red), ajak saya untuk mencopet, dan keuntunganya di bagi empat. Saya, Edi, Hendra, dan Bahar (DPO),” tuturnya.

Kapolsek Ilir Timur I Palembang Kompol Afria Jaya, melalui Kanit Reskim Ipda Hamsal membenarkan tentang penangkapan tersebut.

“Pelaku sudah kami tangkap setelah kami lakukan kejar-kejaran di daerah Tangga Buntung. Mesi terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan karena pelaku hendak melarikan diri. Kami juga masih memburu Bahar yang juga komplotan mereka,” pungkas Hamsal.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster