BPJS Berlaku 1 Januari 2014

 176 total views,  2 views today

bpjs

PAGARALAM KS-Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Pemerintah Kota Pagaralam melalui tim pelayanan kesehatan terpadu Dinas Kesehatan, intensifkan sosialisasi program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Sejauh ini kita tengah berupaya menyampaikan program BPJS kesehatan. Mengingat program baru pengganti Kartu Asuransi Kesehatan (Askes) tersebut, mulai 1 Januari 2014 nanti akan diberlakukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, Drs Roshan YM MKes didampinggi Kasi Jaminan Kesehatan Masyarakat, Tasman ST, Ahad (29/12).

Menurut Roshan, bagi masyarakat yang memiliki kartu Jamkesmas akan berganti dengan BPJS kesehatan. Selain itu, untuk masyarakat yang benar-benar layak bantuan ini nantinya akan didata ulang baik melalui RT/RW, Lurah maupun petugas Badan Pusat Statistik (BPS).

BPJS kesehatan ini mulai diberlakukan pada 1 Januari 2014 dan akan berlangsung hingga 5 tahun kedepan atau 2019  nanti. Program ini bersistem secara bergotong-royong, membayar iuran jaminan kesehatan secara nasional dengan tujuan agar Indonesia jauh lebih sehat ” kata Roshan.

Lanjutnya, sejauh ini pihaknya tengah terfokus pada penyuluhan terpadu guna menyosialisasikan program dimaksud agar dapat lebih mudah diterima ditengah-tengah masyarakat.

“Sementara ini masyarakat merespon positif dengan menyambut baik program BPJS sebagai pengganti Jamkesmas,” terangnya seraya berujar meskipun dilapangan kerap dijumpai sejumlah masyarakat yang merasa binggung dengan program gotong-royong membayar iuran jaminan kesehatan nasional ini, tetapi pihaknya tidak berhenti  memberikan penjelasan hingga program ini dapat diwujudkan dengan baik.

Ia menambahkan, peralihan program kesertaan jaminan kesehatan ke BPJS kesehatan adalah amanah UU No.24 Tahun 2011, sehingga suatu keharusan bagi BPJS Kesehatan untuk memegang amanah tersebut dengan tidak mengurangi manfaat tambahan dan pelayanan termasuk rawat inap serta lainnya.

“Diharapkan BPJS Kesehatan dapat berjalan dengan baik dan lancar agar kepercayaan para peserta jaminan kesehatan bisa menerima dengan positif,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu peserta Askes yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, ia menanyakan status kepersertaan kesehatan ketika beralih menjadi BPJS Kesehatan.

“Kami khawatir terhadap kualitas pelayanan yang kami dapatkan selama ini bila sudah beralih ke BPJS. Semoga program dimaksud dapat semakin optimal dengan tidak  mengurangi manfaat tambahan dan pelayanan lainnya bagi para peserta jaminan kesehatan,” singkatnya.
Teks : Antoni Stefen

Editor :Rinaldi Syahril





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster