Travel Gelap Mulai Marak

 240 total views,  2 views today

Ilustrasi Travel

Ilustrasi Travel

PALEMBANG, KS-Setelah sempat ditertibkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, keberadaan travel gelap kini marak kembali di kawasan pangkal Jembatan Ampera, Kelurahan 7 Ulu, Palembang.

Pantauan Kabar Sumatera, Jumat (27/12),  sejumlah travel gelap terlihat mangkal untuk menunggu penumpang di kawasan tersebut. Umumnya kendaraan yang mereka gunakan jenis Kijang Inova atau Xenia.  Untuk mengelabuhi petugas, kendaraan-kendaraan tersebut menggunakan plat untuk kendaraan pribadi.

Herman, salah seorang warga Plaju yang dibincangi, kemarin mengaku travel-travel gelap tersebut sudah kembali marak di kawasan pangkal Jembatan Ampera sejak satu tahun terakhir.  “Mereka biasanya menggunakan mobil jenis Kijang Inova atau Xenia, dengan plat kendaraan pribadi,” kata Herman.

Ia menyebut, keberadaan travel gelap tersebut salah satu penyebab kemacetan di kawasan pangkal Jembatan Ampera. Sebab mereka sebut Herman, memarkirkan kendaraanya dipinggir jalan dengan waktu yang lama sehingga mengakibatkan penyempitan badan jalan.

“Kawasan itu memang langganan macet, dulu sering dipakai untuk pangkalan becak dan  travel gelap. Setelah sempat ditertibkan, memang sempat menghilang. Namun kini, travel gelat tersebut kembali marak,” keluh Herman.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Operasional, Dishub Kota Palembang,  Isranedi, membenarkan mulai maraknya kembali travel gelap di kawasan pangkal Jembatan Ampera tersebut.

Untuk menertibkanya, Dishub jelasnya telah menyiapkan tim. Tim ini, akan melakukan patroli setiap hari,  khususnya di kawasan 7 Ulu. “Sopir travel gelap tersebut, sering memarkirkan kendaraanya dipinggir jalan. Bahkan parkir tersebut, sampai memakan setengah badan jalan,” jelasnya.

Karenanya tegas Isranedi, Dishub akan bertindak tegas untuk menertibkan travel gelap tersebut karena dianggap sudah meresahkan pengguna jalan lainnya. Dalam penertiban jelasnya, Dishub akan bekerjasama dengan Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang dan Datesmen Polisi Meliter.

“Sebenarnya, kami sudah sering menertibkan travel gelap yang memarkirkan kendaraanya dibahu jalan. Setelah ditertibkan mereka menghilang, namun setelah itu kembali lagi,” ujarnya.

“Kami cukup kesulitan menertibkan mereka, karena kalau ditegur, biasa dituruti. Tapi ketika besoknya dilakukan kembali, banyak dampak negatifnya. Ditambah lagi tidak ada pemasukan untuk kas daerah, misalnya mereka membayar parkir, dan nyatanya itu memang tidak ada,”tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster