Beberapa Pelatih Belum Profesional

 162 total views,  3 views today

Para pelatih di Sumsel saat mengikuti kegiatan Whorkshop, Jumat (27/12),

Para pelatih di Sumsel saat mengikuti kegiatan Whorkshop, Jumat (27/12/2013)

-Pelatih Sumsel Ikuti Workshop

-Bekal menuju kesiapan Porwil dan PON

Palembang, KS –Meski sudah memenuhi standar pelatih, namun diakui, ada beberapa pelatih di Sumsel belum profesional dalam menjalankan profesinya. Untuk itu, pelatih seharusnya mempunyai agenda tersendiri.

Hal tersebut diungkapkan Konsultan Olahraga, Prof DR Mulyana, disela-sela acara Workshop Pelatihan, yang diikuti puluhan pelatih dari seluruh Cabang Olah Raga (Cabor), yang berlangsung pad 27-28 Desember bertempat di gedung Administrasi Wisma Atlet, Jakabaring, Palembang, Jumat (27/12), kemarin.

“Ya, kita akui, pelatih sudah memenuhi standar. Tapi saya tidak menapik, ada beberapa diantaranya belum profesional dalam menjalankan profesi. Masih ada pelatih yang bekerja tanpa program latihan, atau asal jalan saja. Pola pikir seperti ini yang berupaya diubah karena olahraga saat ini sudah berkaitan erat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi,” paparnya.

Mulyana berharap, dengan adanya Workshop ini diharapkan bisa menjadi bahan diskusi kepada pelatih tentang pemahaman dan kopentensi sebagai pelatih lebih ditingkatkan.

Mulyana menambahkan,  Provinsi Sumatera Selatan harus fokus pada cabang olahraga unggulan yang berpeluang meraih medali jika ingin memperbaiki peringkat pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Tidak semua cabang olahraga berpeluang medali. Jika Sumsel membidik semuanya, maka target jangka pendek pada PON Jabar tahun 2016 tidak akan tercapai,” kata Mulyana usai memberi Workshop kepada pelatih Sumsel, Jumat (27/12) kemarin.

Mulyana menjelaskan, untuk pencapain pada medali yang akan diraih pada gelaran PON Jabar nanti, Sumsel harusnya lebih fokus pada pembinaan atlet-atlet unggulan yang potensi untuk meraih medali agar nantinya Sumsel akan memperbaiki capaian dari pada PON Riau tahun 2012. Namun, untuk pembinaan usia muda tetap harus terus berjalan sebagai pembibitan atlet dimasa mendatang.

“Boleh saja membidik semua cabang olahraga, tapi sebaiknya dilakukan untuk program jangka panjang sebagai upaya pembinaan. Namun, jika bicara prestasi pada PON mendatang maka harus mulai fokus pada nomor-nomor andalan saja,” sambung pria yang juga dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta ini.

Pihaknya meminta para pelatih di Sumsel segera menyusun rencana dengan membuat program latihan secara khusus untuk masing-masing atlet andalan yakni dengan mendata atlet yang berpotesi meraih medali agar target menembus 10 besar tidak lagi meleset.

Untuk potensi pelatih di Sumsel, Mulyana menjabarkan, semua butuh proses untuk memahami secara utuh tugas tanggung jawab serta wewenang dari seorang pelatih sendiri.

Lanjutnya, setiap pelatih harus memiliki kalender kompetisi kejurnas, karena ini bagian yang terpenting.

“Kalau sudah memiliki kalender kompetisi itu sendiri maka kita akan duduk bersama dengan pengurus cabor untuk menentukan kejurnas yang mana yang akan di ikuti. Jadi kita harus bekerjasama dengan semua pihak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Diktar KONI Sumsel, Markoni Badri mengatakan workshop ini merupakan tidak lanjut dari pelatihan serupa yang diberikan pada April 2013. Selain itu juga, ini merupakan program KONI Sumsel yakni, Sumsel Cemerlang.

“Setelah diberikan informasi pada bulan April lalu, bisa dikatakan pada Desember ini adalah evaluasinya yakni menilai seberapa jauh mana penerapan yang telah dilakukan oleh para pelatih. Rencananya pada 2014 akan dilakukan pelatihan serupa tapi akan lebih khusus yakni terkait dengan sport science, peningkatan fisik atlet, gizi atlet, pembinaan mental atlet,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pelatih Sumatera Selatan (Sumsel) dari semua Cabang Olahraga (Cabor), Jumat (27/12), mengikuti Workshop Pelatihan untuk mencapai target pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat (Jabar) 2016 mendatang.

Sebanyak 41 orang pelatih nantinya akan menerima pelatihan tersebut selama dua hari berturut-turut yakni 27-28 Desember bertempat di gedung Administrasi Wisma Atlet, Jakabaring, Palembang.

Pelatihan ini sendiri menghadirkan sejumlah narasumber yang juga tercatat sebagai konsultan KONI Jabar yakni Prof DR Mulyana, DR Dikdik Japar Sidik, dan Imam Imanuddin Mpd.

 

Teks : Saddam Suryanda

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster