“Bukan Serobot Lahan, Tapi Pemetaan Tapal batas”

 401 total views,  2 views today

Ilst. Sengketa-Tanah

Ilst. Sengketa-Tanah

-Tuding Pemkab Muaraenim Tidak Peduli-

PALI | KS-Tuduhan yang dilayangkan Kepala Desa (kades) Benuang dan Kades Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kepada aparat Desa Bulang, Kecamatan Belimbing Kabupaten Muaraenim, beberapa waktu lalu membuat tokoh masyarakat Marga Belimbing angkat bicara.

Abson Kaidi, tokoh masyarakat Bulang justru menampik tuduhan warganya melakukan penyerobotan. “Itu bukan penyerobotan, tetapi memetakan ulang tapal batas antara kedua desa sesuai batas yang sebenarnya. Bukan menyerobot,”  tegas Abson, kepada kabarSumatera di Belimbing, Jumat (27/12).

Menurut Abson, pematokan lahan seperti yang dilakukan kades Bulang adalah sesuai dengan batas wilayah yang diakui sejak dulu. Dulunya kedua desa menyepakati batas wilayah sesuai dengan patok yang di pasang Kades Bulang.

“Buktinya waktu saya jadi kades dulu, antara kedua desa tidak ada masalah. Malahan ada saling-pengertian antara kami,” tambah mantan Kades Bulang yang sudah mengundurkan diri itu.

Abson, yang juga maju sebagai Calon Anggota Legislativ (Caleg),  DPRD Muaraenim asal Dapil I itu mengakui, bila melihat peta wilayah Kabupaten PALI sesuai dengan UU Nomor 7 tahun 2013 tentang Pembentukan DOB PALI, apa yang dilakukan kades Bulang kesannya menyerobot.

“Dalam peta yang digunakan oleh UU Nomor 7 itu memang menggunakan titik koordinat GPS. Tapi titik koordinat itu mengabaikan fakta di lapangan. Karena apa, koordinatnya hanya menarik garis lurus pada titik tertentu, bukan berpegangan pada patok yang disepakati kedua desa,” papar Abson yang juga kader PDIP ini.

Abson mencontohkan, titik yang diambil sebagai tapal batas yaitu Danau Beruge kemudian ditarik garis lurus ke gorong-gorong di Jalan Propinsi. Dari sini kembali ditarik garis lurus ke Danau Bulang kemudian ditarik lagi ke danau Tanjung Putus (Desa Banuayu).

“Kalau berpatokan pada koordinat seperti ini, maka SMPN 2 Gunung Megang yang ada di Desa Teluk Lubuk, Kecamatan Belimbing masuk wilayah Kabupaten PALI. Bahkan pinggir desa Bulang saja masuk wilayah PALI, artinya Desa Bulang tidak punya hutan. Kan aneh,” jelas Abson.

Abson menilai, kesalahan ini bukan disebabkan oleh Pemkab PALI. Abson justru menuding Pejabat di Pemkab Muaraenim yang tidak bisa bekerja. “Ini kesalahan Muaraenim. Seharusnya Pemkab Muaraenim cepat tanggap, sebelum mengesahkan batas dengan PALI. Pejabat Muaraenim seharusnya turun ke lapangan untuk memeriksa tapal batas yang sebenarnya,” tuturnya.

“Tahun 2010 lalu, saya pernah menghadap Kabag Pemerintahan Pemkab Muaraenim. Saya jelaskan dan saya ajak untuk memeriksa ke lapangan. Tapi pejabat itu justru marah-marah. Ini artinya, pemkab Muaraenim tidak serius,” tambahnya.

Abson berharap, Pemkab Muaraenim untuk pro aktif membenahi tapal batas. Karena, lanjut Abson, Pemkab PALI sudah ada kesungguhan untuk menyelesaikannya.

“Kami hargai upaya Bupati PALI dengan membawa masalah ini ke Pemprov dan DPRD Sumsel. Artinya Bupati PALI serius. Tinggal lagi pihak Pemkab Muaraenim. Atau kalau memang Muaraenim tidak mau mengurusi lagi, lepaskan kami untuk bergabung dengan Kabupaten PALI. Jika dibiarkan berlarut sama artinya mengadu domba masyarakat Desa Bulang dengan warga desa Benuang. Jujur saja, kami tidak mau dipecah belah begitu,” ungkapnya.

Abson juga menjelaskan, masalah tapal batas ini menjadi besar karena terkait dengan telah beroperasinya tambang batubara oleh PT Tansri Madjid Energi (PT TME).  Menurutnya, perusahaan tersebut enggan menerima karyawan asal Desa Bulang karena wilayah Desa Bulang tidak termasuk dalam area produksi PT TME. Padahal PT TME itu persis berada diwilayah Desa Bulang.

“Mereka tidak mau menerima karyawan asal desa kami. Karena mereka berpatokan pada peta GPS tadi,” ungkapnya.

 

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster