Tak Ada Lonjakan Penumpang KA

 248 total views,  4 views today

Ilustrasi Kereta Api | Dok KS

Ilustrasi Kereta Api | Dok KS

*Di Natal dan Tahun Baru

*PT KAI Terapkan Tiket Reduksi

MUARAENIM I KS-Selama Natal 2013 dan jelang Tahun Baru 2014, tidak ada lonjakan berarti pembelian tiket kereta api di Muaraenim. Kepala Stasiun Kereta Api (KA) Muaraenim, Surandi menyebut, untuk pembelian tiket stabil, tidak ada lonjakan penumpang baik untuk kelas ekonomi AC, bisnis AC dan eksekutif.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya mencatat pembelian tiket selama Natal 2013 sama halnya pada hari- hari biasa, yakni penumpang yang menuju ke beberapa tujuan Muaraenim – Palembang dan Muaraenim – Lubuk Linggau berkisar rata – rata 30 penumpang per hari.

“Kondisi yang sama, diprakirakan juga terjadi menjelang Tahun Baru 2014. Karena, belum ada penumpang yang memesan langsung sejak dini. Untuk tahun baru, belum satupun tiket terjual,” kata Surandi dibincangi, Kamis (26/12) di ruang kerjanya.

Suradi memaparkan, untuk harga tiket ekonomi AC Rp 40 ribu, Bisnis AC yakni Rp 60 ribu – Rp 85 ribu dan Eksekutif Rp 85 ribu – Rp 120 ribu. Namun untuk per Januari 2014 hingga seterusnya, harga tiket ekonomi AC naik menjad Rp 45 ribu.

Menurut Suradi, saat ini pihaknya, menerapkan program potongan harga tiket untuk sejumlah kalangan sebagai bentuk apresiasi. Program yang dinamakan “Karcis Reduksi” itu, berlaku untuk tiket bisnis dan ekonomi.

“Untuk kategori lanjut usia (Lansia) dapat potongan 25 persen, veteran 50 persen, anggota PWRI 20 persen, TNI /Polri 50 persen, anggota KOPRI 10 persen dan wartawan 20 persen,” terangnya.

Ketentuan ini, tambah dia, berlaku sejak 2013 hingga seterusnya. Dimana jelas Suwandi, teknisnya setiap kategori tersebut menyertakan fotokopi kartu anggota masing – masing dan dilampirkan, saat pembelian tiket secara langsung di stasiun kereta api.

Ditambahkannya, kepada penumpang kereta dihimbau menggunakan indentitas asli selama melakukan pembelian tiket, untuk kepentingan keamanan penumpang sendiri. “Kemudian jangan membawa barang – barang yang mengundang bau, yang bisa merugikan orang lain, seperti durian dan sebagainya. Karena semua ruangan ber AC, akibatnya baunya hanya berputar – putar di dalam ruangan. Selain itu ada juga sebagian penumpang yang tidak menyenangi bau tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Febti (35), warga Dusun Tanjung, Kecamatan Lawang Kidul, mengaku senang dengan adanya program ini. Menurutnya, sejak diterapkan ticketing online dia menjadi kerasan menggunakan armada transportasi kereta api. “Nyaman dan aman menjadi prioritas saya menggunakan kereta, terlebih dengan adanya program karcis reduksi ini,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster