Revitalisasi Pasar Tradisional Ditentang

 499 total views,  2 views today

Pasar Pal 5 Palembang

Pasar Pal 5 Palembang

PALEMBANG, KS-Rencana Pemerintah Kota (pemkot) Palembang, untuk merevitalisasi tiga pasar tradisional di metropolis, nampaknya bakal terkendala. Pasalnya, pedagang di tiga pasar tersebut menentang.

Itu karena, mereka menolak untuk dipindahkan ke pasar lain selama proses revitalisasi tiga pasar tradisional ini berlangsung. Alasannya, lokasi yang disiapkan pemerintah dianggap tidak strategis untuk tempat mereka berdagang.

Lilidia misalnya, pedagang sayuran di Pasar Cinde ini mengaku sudah lama mendengar mereka bakal dipindahkan ke pasar lain saat revitalisasi Pasar Cinde dilakukan. Namun ia kata Lilidia, menolaknya.

“Bukan hanya saya, banyak pedagang lain juga yang menolak pindah. Kami memilih tetap berdagang disini, saya kira itu tidak akan mengganggu revonasi kalau kami tetap berdagang disini,” kata ibu tiga orang anak ini yang mengaku sudah berdagang di Pasar Cinde sejak tahun 1966 itu ketika dibincangi,  kemarin.

Hal yang disampaikan Hesmi, pedagang pakaian di Pasar Cinde. Ia menyebut, enggan jika harus pindah ke pasar lain walaupun sifatany sementara. Sebab kata dia, itu hanya membikin repot pedagang saja.

“Kalau pindah, kami yang repot. Karena harus mengangkut barang-barang dagangan. Lagi pula, langganan selama ini pasti akan hilang. Belum lagi, kapan selesainya kami tidak tahu,” ucapnya.

Sebaiknya saran dia, selama proses revitalisasi Pasar Cinde dilakukan, pemerintah tidak memindahkan pedagang yang ada. Renovasi pasar tersebut kata dia, sebaiknya dilakukan secara bertahap sehingga tidak merugikan pedagang.

Sementara itu,  Wali Kota Palembang, Romi Herton mengatakan, pemkot telah menyiapkan dua lokasi untuk menjadi pasar sementara, selama pasar lama direnovasi. Dua lokasi tersebut adalah eks Bioskop Cineplex dan Lapangan Hatta.

“Saat ini, kami baru menyiapkan dulu lahan untuk menampung pedagang pasar selama renovasi dilakukan. Untuk pedagang di Pasar Cinde, kita siapkan di eks Cineplex atau Lapangan Hatta. Sementara untuk pedagang di Pasar 16 Ilir, kemungkinan kita pakai pelataran di Pasar 16 Ilir,” kata Romi, belum lama ini.

Romi mengatakan, untuk renovasi tiga pasar ini masih menunggu investor yang berminat. “Desainnya sudah disiapkan, tinggal jalan saja. Tapi, masih menunggu investor. Mudah-mudahan tahun depan bisa dilaksanakan,” bebernya.

Terpisah, Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya, Apriadi S Busri mengatakan, saat ini untuk revitalisasi tiga pasar tersebut tengah dilakukan perencanaan desain dan konstruksi bangunan.

Pasar tersebut nantinya setelah di revitalisasi sebutnya, akan menjadi pasar modern tradisional. “Pasar itu, nantinya akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung seperti areal parkir, halte, taman, sistem keamanan, toilet dan lainnya sehingga membuat pengunjung nyaman untuk berbelanja,” bebernya.

Sambung Apriadi, konsep yang akan dipakai yakni perpaduan antara pasar tradisional dan modern plus perkantoran. estetika tidak dihilangkan. Meski sudah ada desain sebelumnya namun pihaknya akan tetap melakukan re desain, karena sebelum dibangun harus mendapatkan desain yang sesuai kebutuhan dan peruntukannya.

“Kami sudah minta bantuan pada Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI), untuk merencanakan desain. Setelah itu, kami akan menginventarisai para pedagang yang berjualan setiap lantainya. Karena itu bila memungkinkan bangunan akan kita bongkar dan desain dari awal,”tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster