Program Jamsoskes,Tetap Dianggarkan Rp 240 M

 177 total views,  4 views today

Ilst.

Ilst.

PALEMBANG, KS-Mulai 1 Januari 2014, pemerintah pusat mulai memberlakukan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kendati demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), tetap menganggarkan dana Rp 240 miliar untuk program Jamsoskes Sumsel Semesta atau berobat gratis.

Dana tersebut kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, dr Fenty Aprina,  akan meng cover biaya kesehatan masyarakat Sumsel sebanyak 4 juta jiwa yang masuk dalam program Jamsoskes Sumsel Semesta.

“Kita sudah mengitung jumlah penduduk yang tidak  di cover program JKN. Jumlah yang di cover Jamsoskes tahun depan, sama seperti tahun ini. Jadi anggarannya juga tetap sama Rp 240 miliar. Itu sharing dari pemprov dan pemerintah kabupaten/kota,”  kata Fenty, kemarin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada perbedaan premi Jamsoskes dengan JKN. Premi Jamsoskes hanya Rp 5.000 untuk pengobatan seluruh masalah penyakit, mulai dari cuci darah, operasi jantung, kemoterapi, operasi bayi kembar siam bahkan terakhir ada yang transpalasi ginjal di RSCM dengan dana Jamsoskes. Sedangkan premi program JKN yang dapat bantuan iuran Rp 19.225. “Jadi hampir 4 kali lipat perbedaan preminya,” kata Fenty.

Menurutnya, semenjak ada program Jamsoskes, terjadi peningkatan pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit. Artinya, masyarakat Sumsel sudah tidak ada kendala lagi untuk berobat.

“Berdasarkan data yang ada, pengobatan dengan program Jamsoskes paling banyak itu di RS Muhammah Hoesain (RSMH). Bahkan, pasien untuk operasi menggunakan sistem antri hingga 5-6 bulan,” tuturnya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, pemprov membangun tiga rumah sakit baru, yakni RS Khusus Mata, RS Gigi dan Mulut dan RSUD Provinsi. Peningkatan sarana dan prasana ini, dilakukan karena semenjak ada program Jamsoskes, jumlah masyarakat yang berobat semakin meningkat.

“Sampai saat ini masyarakat yang langsung berobat ke RSMH, sangat banyak. Sehingga terjadi penumpukan pasien, jadi tahun depan juga akan dibangun RS Pratama di setiap kabupaten/kota. Jadi sebelum dirujuk ke RSMH, pasien akan lebih dahulu ditangani oleh RS Pratama. Jika tidak sembuh, baru dirujuk ke RSMH,” terangnya.

RS Pratama tersebut, sambungnya, nantinya akan dibangun di kecamatan di setiap kabupaten/kota yang padat penduduknya. Selain itu, pemprov juga tetap memberikan bantuan perbaikan puskesmas serta RS swasta. “Tahun ini kita membantu peralatan radiologi kepada RS Islam Siti Khadijah serta membangun ruang ICU di RS Muhammadiyah,” tuturnya.

Mengenai piutang kepada RSMH, Fenty mengungkapkan, persoalan itu sudah diselesaikan. Hanya saja, memang butuh waktu untuk membayar piutang tersebut, karena ada aturan keuangan yang harus diikuti. “Sebenarnya kita tidak mau berlama-lama membayar tagihan di rumah sakit. Tapi ada aturan keuangan yang harus diikuti untuk membayar piutang tersebut,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster