Ekonomi Sumsel Diproyeksi 5,9 Persen

 297 total views,  2 views today

Ilst. Grafik Saham

Ilst. Grafik Saham

PALEMBANG KS-Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2014 mendatang mencapai 5,9 persen atau lebih membaik jika dibanding proyeksi hingga akhir tahun ini yang diperkirakan 5,8 persen.

Peneliti Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Wilayah VII Palembang Sudarta mengatakan, pada 2014 mendatang diprediksi masih ada beberapa kendala yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia yakni, gejolak ekonomi global masih yang masih berisiko terhadap pelemahan Rupiah.

“Tetapi di eropa bisa tertolong karena ada penguatan ekonomi Jerman dan relaksasi fiskal. Sementara Cina diperkirakan masih akan mengalami perlambatan karena fokus pada struktural,” ungkap dia.

Selain itu, harga komoditi pasar global diperkirakan masih akan bergejolak termasuk harga minyak dan harga komoditas ekspor indonesia. Sementara volume perdagangan diperkirakan meningkat secara moderat di 2013 dan 2014

“Faktor lain yang membuat inflasi diperkirakan stabil pada 2014 yakni, harga minyak yang cenderung menurun akibat peningkatan supply minyak di AS dan OPEC serta operasional shage gas. Sedangkan permintaan minyak oleh Jepang akan menurun karena PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) dijepang sudah mulai beroperasi kembali pasca Tsunami,” jelasnya.

Namun, di tahun 2014, selain karena membaiknya kondisi ekspor impor, pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh meningkatnya pendapatan masyarakat dan menurunnya tingkat inflasi.

“Untuk tingkat inflasi di tahun 2014, BI memprediksi akan berada pada tingkatan 4,5 persen plus minus, satu persen,”katanya.

Ia tidak memungkiri tekanan inflasi yang dipicu tingginya konsumsi domestik menjelang Pemilu 2014 akan terjadi, namun tidak akan terlalu berpengaruh pada proses membaiknya pertumbuhan ekonomi. Alasannya, inflasi akan terus terjaga seiring dengan usaha pemerintah mengawal kebutuhan harga-harga bahan pokok.

Menurutnya, peningkatan inflasi pasca kenaikkan harga BBM bersubsidi saat ini sudah mulai membaik dan kembali ke pola historisnya. Ini tiak lepas dari terkendalinya pengaruh lanjutan kenaikkan BBM yang membuat inflasi kuat pada barang administered dan volatile food.

“Sementara inflasi inti tetap di bawah lima persen. Untuk Sumsel tahun ini inflasi diperkirakan di bawah 8 persen. Lebih baik dibanding nasional yang hampir mencapai 9 persen,” tuturnya.

Pertumbuhan ekonomi sumsel tahun ini diperkirakan diangka 5,8 persen lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai 6 persen tetapi lebih tinggi jika dibanding nasional yang diperkirakan hanya 5,7 persen. Dikatakan, untuk mewujudkan tersebut beberapa, arah kebijakan yang akan ditempuh BI pada 2014 mendatang yakni, dengan cara konsisten menjaga stabilitas perekonomian dan sistem keuangan.

“Secara keseluruhan kebijakan ini akan diimplementasikan melalui bauran kebijakan di bidang moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran,” katanya lagi.

Dari sisi kebijakan moneter, jata dia, BI akan tetap mempertahankan BI rate secara konsisten. Hal tersebut untuk mengendalikan inflasi agar sesuai arget. “Tahun depan target Inflasi Sumsel 4,5 plus minus 1 persen,” cetusnya.

Upaya memperkuat ketahanan sektor Eksternal, kata Sudarta, BI juga akan menempuh kebijakan makroprudensial melalui supervisory action yang diarahkan memperkuat komposisi kredit kepada sektor-sektor produktif yang berorientasi pada ekspor dan menyediakan barang substitusi impor.

“Sebagai ototritas makroprudensial kebijakan ini akan diarahkan kepada resiko pengelolahan sistematik seperti resiko kredit, likuiditas, pasar dan penguatan struktur modal. Dalam pengelolahan resiko. Likuiditas akan menerapkan instrumen Liquidity Coverage Ratio (LCR) pada 2015 mendatang,” ungkapnya.

 

TEKS : BUBUN KURNADI

EDITOR : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster