2014, Mitsubishi Naikan Harga

 211 total views,  2 views today

mitsubushi

PALEMBANG KS-2014 mendatang Mitsubishi berencana menaikan harga penjualan untuk seluruh produknya. Hal ini dikarenakan masih tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

Branch Manager, PT Berlian Maju Motor, diler Mitsubishi motor Palembang, Isnan Fahmi mengatakan, tingginya harga mata uang internasional, terutama dolar amerika memberikan pukulan yang signifikan terhadap pengadaan komoditas yang dibawanya. Mengingat produknya masih diproduksi diluar negeri. “Jika nilai mata uang kita masih seperti ini, tidak ada pilihan lain kecuali menaikan harga untuk tahun depan,” ungkapnya kemarin, (26/12).

Tambahnya, harga untuk pembelian yang dipatok selama ini tidak ada kenaikan. Padahal menurutnya, nilai mata uang dolar terhadap rupiah cukup tinggi  sebenarnya telah memberikan beban yang cukup besar. “Karena penetapan harga kendaraan masih berpatokan terhadap nilai tukar rupiah, tetapi untuk harga pastinya belum dapat disampaikan,” ungkapnya.

Tambahnya, banyak produk yang ditawarkan kepada konsumen, mulai dari truk hingga kendaraan pribadi. Untuk truk, pihaknya menyediakan tipe fuso turbo intercooler, colt diesel turbo intercooler.. Untuk tipe colt diesel turbo intercooler seperti FE 71 BC 110 PS, HD-L 136 PS, dan FE 71 L 110 PS.  Tipe fuso turbo intercooler yakni, FN 517 ML2 220 PS, FN 527 MS 220 PS, dan FN 627 250 PS.

Untuk kendaraan pribadi pihaknya juga menyediakan seperti Tipe Mirage, tipe outlander, dan tipe pajero sport, mulai dari GLX 4×4 hingga tipe GLS. “Mulai dari truk sampai kendaraan pribadi semuanya ada,” tukasnya.

Penjualan Truk Mitsubishi Turun

Naik turunnya fluktuasi harga komoditas perkebunan yang terlalu tinggi, berakibat terhadap penjualan mobil di PT Berlian Maju Motor, mengalami penurunan penjualan hingga 40 persen. Bila dibandingkan dengan penjualan tahun 2012 yang mencapai 720 unit all variant, sekarang berhasil hanya mampu mencatat 420 unit all variant.

Dikatakan Isnan Fahmi, perubahan yang signifikan terhadap harga jual komoditi hasil perkebunan di Sumatera Selatan (Sumsel) terutama karet dan kelapa sawit yang cukup tinggi sangat terasa imbasnya terhadap komodity otomotif yang ia usung. Karena mayoritas pangsa pasarnya ada didaerah. “Cukup terasa terhadap penjulanan truk kami, dibandingkan dengan tahun lalu, seperti tipe FE 74 HD 50 persen, Super HD 30 persen,” terangnya kemarin, (26/12).

Menurutnya, tidak dapat beroperasinya lagi truk-truk pengangkut batubara di beberapa daerah di Sumsel juga memberikan andil terhadap penurunan penjualan tersebut. Dari rata-rata penjualan tiap bulannya di tahun lalu mencapai 60 unit, untuk tahun ini hanya mencatat 40 unit all variant tiap bulannya. “Penurunan penjualan truk Mitsubishi jika dibandingkan tahun lalu mencapai 30-40 persen all variant, karena dibeberapa daerah tidak diperbolehkannya lagi kendaraan komersial beraktifitas, sehingga menurunkan minat pembeli,” ungkapnya.

 

TEKS : AAN WAHYUDI

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster