Sopir Angdes Ancam Blokir Jalan

 213 total views,  2 views today

Salah satu warga saat melintasi Tebing Itam, salah satu titik jalan rusak di Desa Sungai Baung | Indra SH

Salah satu warga saat melintasi Tebing Itam, salah satu titik jalan rusak di Desa Sungai Baung | Indra SH

PALI | KS –Puluhan sopir Angkutan Desa (Angdes), jurusan Talang Ubi-Sungai Baung marah dan mengancam akan memblokirakses jalan menuju Sungai Baung. Selain itu, sopir juga melarang mobil perusahaan untuk beroperasi.

Ancaman pemblokiran jalan tersebut sangat beralasan, lantaran tidak adanya kepedulian perusahaan untuk memperbaiki jalan rusak yang berdampak pada aktivitas dan perekonomian masyarakat sekitar.

“Kita tunggu beberapa hari, bila perusahaan tidak kunjung memperbaikinya, mobil perusahaan akan kita larang beroperasi,” tegas Amin, sopir angkutan asal Desa Sungai Baung, Rabu (25/12).

Menurut Amin, dirinya merasa kesal karena sejak jalan tersebut rusak, ia harus mengeluarkan  biaya ekstra. Untuk menghindari jalan tersebut, dirinya harus menggunakan jalan lain dnegan memutar dari Simpang Pintu menuju Talang Subur, Kecamatan Talang Ubi.

“Kalau memakai jalan biasa 30 menit sudah sampai, tapi kalau memutar 1,5 jam baru sampai,” jelas Amin.

Selisih satu jam itu, sambungnya, membuat biaya bensin atau solar meningkat. “Sehari habis 20 liter, dengan harga eceran Rp 8.000 sehari kami harus keluar uang Rp 160.000 untuk bensin saja,” tambahnya.

Saat ini, masih katanya,  para sopir sudah menaikkan harga angkutan dari Desa Sungai Baung menuju Talang Ubi, semula Rp 10.000 menjadi Rp 20.000. Itupun para sopir masih beresiko merugi.

“Bayangkan saja kalau kami mengangkut lima penumpang, berarti sehari kami cuma dapat Rp 200.000,- dipotong bensin cuma mengantongi Rp 40.000,” keluh Amin.

Keluhan yang sama juga disampaikan Agus, yang juga sopir angkutan untuk rute yang sama. Menurutnya, sejak jalan tersebut rusak mobil yang dikemudikannya sering mengalami kerusakan. “Mobil cepat rusak Kak. Gardan aku sudah kena, per aku sering patah karena jalannya berlubang, selain itu ban cepet gundul karena sering terpuruk di lumpur,” tuturnya.

Agus juga mengungkapkan, meskipun sudah menaikkan tarif angkutan dirinya masih merugi. “Masih rugi, tekor karena sering bedandan (memperbaiki mobil, red),” ungkapnya.

Kesal karena tidak adanya kepedulian itu, lanjut Agus, para sopir sepakat jika dalam beberapa hari kedepan perusahaan tetap tidak peduli, maka para sopir akan memblokir jalan dan melakukan penyetopan terhadap kendaraan milik perusahaan.

“Mobil milik perusahaan akan kita berhentikan di Simpang Pintu. Mereka jangan seenaknya saja. Mentang-mentang mobilnya double-gardan, mereka tidak peduli dengan kerusakan jalan,” ungkap Agus.

Ketidakpedulian perusahaan yang beroperasi di daerah Sungai Baung dan Benakat Minyak ini diungkapkan juga oleh Yanto, salah satu sopir yang biasa mangkal di terminal Pendopo. “Sudahlah, meskipun kita dema, kayaknya perusahaan tidak pernah peduli. Mereka cuma mementingkan kepentingannya saja,” keluhnya

Menurut Yanto, jika perusahaan serius untuk memperbaiki jalan, sejak jalan tersebut masih belum parah, jalan sudah diperbaiki. Sebenarnya, membantu warga tidak terlalu sulit lantara ruas jalan yang rusak tidak sampai 200 meter.

“Rusaknya kan tidak sampai 200 meter. Rusaknya cuma di Tebing Kawat dan Tebing Itam. Disiram dengan batu 10 dumptruck saja selesai,” ungkapnya.

Parahnya lagi, titik jalan yang rusak itu bukannya diperbaiki atau ditimbun batu, justru ditimbun dengan menggunakan tanah merah. Sehingga saat hujan turun, jalan itu justru bertambah lengket, licin dan berlumpur.

Catatan Kabar Sumatera, sedikitnya ada empat perusahaan besar berskala nasional yang beroperasi dan menggunakan jalan tersebut. Empat perusahaan itu adalah, PT Benakat Barat Petroleum (migas), PT Musi Hutan Persada (Tanaman Industri). Operasional perusahaan ini justru berada didesa itu. Kemudian ada PT Medco Energi dan PT Pertamina EP. Dua perusahaan ini hanya melintasi jalan itu untuk menuju daerah operasionalnya di Musirawas.

Selain Desa Sungai Baung, jalan ini dipergunakan juga oleh warga Desa Benakat Minyak, Desa Semangus, Kecamatan Talang Ubi dan Beberapa desa di SP 5 dan SP 6 di kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas. Warga Musi Rawas menggunakan jalan ini untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di Talang Ubi.

 

Teks/foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster