Setiap Orang Menanggung Utang Rp 10 Juta

 283 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG, KS-Walau kaya dengan sumber daya alam (SDA), namun bangsa ini seakan tidak mampu mengelolanya untuk kesejahteraan masyarakat. Buktinya, utang bangsa ini semakin membengkak hingga mencapai Rp 2.500 trilyun.

Jumlah utang tersebut menurut anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani, suatu yang pantastis. Karena menurutnya, tak sebanding dengan status yang disandang negeri ini sebagai negara besar dan kaya.

“Kalau kita hitung nilai utang dan jumlah penduduk Indonsia, maka saat ini kita semua dan setiap bayi yang lahir, sudah menanggung utang Rp 10 juta. Negara ini sudah mendekati sebagai negara gagal, “ kata politisi PPP tersebut saat dibincangi usai rapat pemantapan caleg PPP Kota Lubuklinggau dan Mura, kemarin.

Membengkaknya utang tersebut sebut Yani, karena korupsi yang begitu masif terjadi dimana-mana baik ditingkat pusat hingga daerah. Selain itu, kebijakan impor yang kurang ketat menjadikan Indonesia menjadi negara impor terbesar. Akibatnya nilai rupiah jauh merosot hingga Rp 12.000,-untuk kurs US$ 1 bandingkan dengan Myanmar atau negara-negara yang sumber daya alam (SDA) nya sedikit.

“Kebutuhan impor luar biasa. Ironis negeri yang terdiri dari beribu-ribu pulau  dan dikelilingi laut, tapi untuk garam saja masih impor. Harus ada kebijakan bisnis kedepan, harus bisa menciptakan atau menambah, yang baru dari berbagai sektor yang ada baik itu untuk pertanian maupun industri. Kebijakan impor yang besar harus ditutup,” ujarnya.

Sebagai informasi, Sebelumnya, Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi menyebut, Indonesia berdasarkan data yang didapat Fitra dari Kementerian Keuangan per Mei 2013 , utang Indonesia mencapai Rp 2.036 triliun.

“Jumlah utang akan terus meningkat dengan cepat, jika melihat perkembangan jumlah utang Indonesia dari akhir tahun lalu. Indonesia, lanjutnya, menuju kebangkrutan,” kata Ucok seperti dilansir Kompas.com.

“Untuk membayar utang sebesar itu, bisa jadi tujuh turunan pun tidak bisa. Apalagi pembayaran utang tersebut mengutamakan pembayaran pajak, yang saat ini sering di korupsi,” ucap Uchok.

Menurut Uchok, setiap tahun tingkat korupsi atau pun kebocoran anggaran di Indonesia  sekitar 30 persen dari APBN. Belum lagi pembayaran pajak Indonesia selama ini belum optimal.“Dengan begitu beban bangsa dan negara ini kedepan akan semakin berat. Apalagi masih juga cari utang 450 juta dolar,” katanya.

 

Menurut Uchok, menumpuknya utang negara disebabkan pengelolaan yang tidak transparan. Realisasi utang luar negeri banyak diperuntukan bagi proyek-proyek yang tidak produktif sehingga tidak mampu membayar bunga dan pokok utang tersebut.

Sementara itu, Macro Economic Specialist EC-Think, Telisa Aulia Falianty seperti dikutip okezone menyebut  jika dibandingkan dengan 2012, utang mengalami kenaikan Rp96,04 triliun.

“Jika utang itu Rp 200 triliun saja, dengan penduduk Indonesia sekitar 250 juta maka beban yang ditanggung setiap penduduk sekitar Rp 7 juta. Artinya,  jika setiap orang Indonesia mau membayar Rp 7 juta, maka utang Indonesia baru lunas,” tukasnya.

 

TEKS              : FAISOL

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster