Semar SPdI, Pemenang Sayembara Logo PALI

 1,223 total views,  6 views today

-Terinspirasi Perjuangan Pemekaran Kabupaten PALI-

Semar-SPd

Semar bersama keluarga dan logo hasil karyanya yang memenangkan sayembara. / Foto : Indra Setia Haris /KS

PALI | KS – Sederhana, itulah sosok Semar S.Pd.I, pemenang sayembara logo Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Sederhana sebagaimana logo hasil karyanya yang mendapat nilai tertinggi dari dewan juri.

Saat disambangi dikediamannya di Bilangan Cempaka, Komplek Pertamina Pendopo Talang Ubi, Semar tak bisa menyembunyikan raut wajah gembiranya.

“Alhamdulillah Mas, kayaknya rejeki anak saya yang masih dalam kandungan ini,” katanya sambil menunjuk perut istrinya Heni Afriyani SE,  yang sedang hamil empat bulan.

Pada awal mengikuti sayembara ini, Semar mengaku tidak ada niatan untuk memenangkan lomba. Apalagi berharap mendapatkan hadiah uang tunai Rp 15juta. Baginya bisa berpartisipasi saja sudah cukup.

“Gairah saat memperjuangkan PALI kan masih ada mas, selayaknya kita menyumbangkan pemikiran,” ujarnya.

Disela kesibukannya sehari-hari sebagai guru di SMA YKPP Pendopo, Semar menumpahkan kegelisahannya tentang Kabupaten PALI dalam gambar rancangannya. Seperti pita tulisan ‘Serepat Serasan’ yang dipilihnya berwarna putih, bukan tanpa alasan.

“Putih itu lambang ketegasan dan kesucian perjuangan PALI. Saya masih ingat waktu memperjuangkan PALI dulu. Waktu itu Pak Iskandar dicemooh orang yang mengatakan PALI mustahil berdiri. Pak Iskandar bilang, apapun terjadi PALI harus jadi. Kata-kata ini kan bukti ketegasan masyarakat PALI. Dan perjuangan para tokoh seperti Pak Iskandar, Pak Anwar Mahakil dan lain-lain itu kan ikhlas tanpa berharap sesuatu. Makanya saya buat warna putihnya dengan sangat mencolok,” papar ayah dari Bunga Zahra Alfida ini berfilosofi.

Demikian juga background hutan yang ada dalam lingkaran. Menurut Semar, ia diilhami saat kepulangannya dari Palembang menuju Pendopo. “Waktu itu pagi hari, setiba di Talang Bulang, pintu gerbang PALI saya melihat masyarakat rame dan sibuk sekali. Mereka berduyun-duyun hendak pergi ke hutan, berkebun. Artinya kan, masyarakat PALI itu hidup dari hasil hutan. Hutan adalah kantornya rakyat PALI. Karena itu saya gambarkan Hutan berwarna hijau muda tepat ditengah logo. Sumber atau ruh kehidupan,” terangnya.

Demikian juga beberapa elemen lain yang ada di logo itu, diambilnya dari pengalaman sehari-hari. Bahkan pengalamannya saat kecil. Seperti tiang pipa gas, ia ambil dari pengalamannya bermain di rig sumur minyak didesanya.

Maklum saja, pria kelahiran Paltiga, 13 April 1979 ini menghabiskan masa kecilnya di Paltiga, perbatasan Muba dengan PALI. Selepas dari SDN Paltiga, baru Semar meneruskan sekolahnya di Ponpes Fajrun Minallah Yogyakarta. Sekolah formal ia dapatkan di SMPN 44 Yogyakarta dan MAN Wonokromo Yogyakarta.

Terakhir ia mendapatkan gelar S.Pd.I di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sejak 2002 sampai sekarang ia masih membagi ilmu agama di SMA YKPP Pendopo. Karena alasan itulah, Semar mendapat fasilitas pinjaman rumah di komplek pertamina.

Lelaki yang masih memendam cita-cita jadi PNS ini berencana akan menggunakan hadiah sayembara ini untuk biaya bersalin istrinya kelak. “Kalau masih cukup sih, maunya pengen umroh” ujarnya sambil tergelak. “Mudah-mudahan dilancarkan Mas,” ungkapnya.

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster