Saya Jual Daging Rp 95.000/Kilo

 265 total views,  2 views today

Tampak-seorang-pembeli-sedang-membeli-daging.

Tampak seorang pembeli sedang membeli daging.. Foto Iwan Cheristian

PALEMBANG KS – Jelang Natal dan Tahun Baru 2014, beberapa penjual daging di pasar tradisional tidak menaikkan harga jual daging. Stabilnya pembeli dinilai menjadi penyebabnya. Daging pun dijual dengan harga Rp 95.000 per kilogram.

Beberapa penjual daging di Pasar 16 Ilir menyebutkan, bertahannya harga daging juga diikuti oleh sembilan bahan pokok, daging ayam, dan produk lainnya.

“Hargo daging idak akan nurun lagi. Yo, cakmano lagi agen baelah mahal jualnyo,” cetus Abu Bakar si penjual daging sapi di Pasar 16 Ilir kepada Kabar Sumatera, Senin (23/12).

Alhasil, lelaki 55 tahun  itu saat ini memasang tarif daging sebanyak Rp 95.000 per kilogram dan tulang seharga Rp 60.000 per kilo.

Ucap Abu Bakar, guna memenuhi pasokan, ia pun berusaha mencarinya hingga ke agen yang ada di Gandus. Namun, bicara harga, itu hak dia yang mengatur sepenuhnya.

“Nah, kalau hargo daging dari agen saat Natal dan Tahun Baru naek. Makanyo kami jualnyo jugo naik,” Abu Bakar sambil melayani pelanggan setianya.

Kata Abu Bakar, selama ini ia menyediakan sedikitnya antara lima hingga enam ekor sapi untuk diambil dagingnya.

“Ya, harga tulang sapi juga tetap Rp 60.000 per kilo,” ujarnya.

Tak jauh beda degan Abu Bakar, penjual daging lainnya Zulkarnain (32) ternyata memasarkan daging dengan harga lama.

Hal ini juga terjadi pada harga ayam, harga ayam masih diangka normal, dengan kisaran harga 30.000 hingga 35.000. Harga tersebut berlaku untuk harga ayam yang utuh dan harga ayam potong.

“Hargo ayam masih Rp 30.000 per potong,” ucap Akil, seorang penjual daging ayam.

Pria 53 ini mengatakan, adapu modal yang ia keluarga Rp 28.000 per ekor ayam. Modal tersebut berlaku untuk harga ayam potong ataupun ayam satuan. Karena harga ayam potong dan ayam utuh tidak ada perbedaan.

Sementara itu penjual daging ayam lainnya di Pasar 16 Ilir yakni Hartini (43) menjelaskan, dirinya tidak merasa berat untuk membeli daging dengan harga tersebut.

“Aku dak keberatan samo hargo daging sekarang, karno hargonyo memang hargo pasaran nian,” katanya seraya berharap semoga harga daging ini tidak naik saat Natal dan Tahun Baru 2014 nanti.

 

Teks: Indi Rukmana dan Muhammad Dhoifullah (mg)

Editor:Rinaldi Syahril





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster