IRN Bangun Jalur KA Khusus Batubara

 321 total views,  2 views today

*Dari Tanjung Enim ke Linau, Bengkulu

eqb1lvym

PALEMBANG, KS – PT. Inti  Rajawali  Nusantara (IRN), akan membangun jalur khusus kereta api angkutan batubara dari Tanjung Enim menuju Linau, Bengkulu. Jalur yang akan dibangun tersebut, akan melintasi tiga kabupaten di Sumatera Selatan (Sumsel) ,dan satu kabupaten di Provinsi Bengkulu.

“Kita sudah mendapatkan izin prinsip dari Gubernur Sumsel, rekemondasi dari Menteri Kehutanan (Menhut), juga sudah keluar. Begitu juga dnegna rekomendasi dari pemerintah kabupaten (pemkab) dan pemerintah kota (pemkot), yang dilintasi jalur tersebut, “ kata  Presiden Direktur PT IRN, Hakaman Novi yang dibincangi, Senin (23/12) di Pemprov Sumsel.

Dengan telah dikantonginya izin dan rekomendasi tersebut maka jelas Hakaman,  pihaknya akan melanjutkan ke tahapan analisis dampak  lingkungan (Amdal) dan izin prinsip ke Kementrian Perhubungan (Kemenhub).

Namun bebernya, Kemenhub meminta PT IRN untuk menyelesaikan masalah trase jalan terlebih dahulu. “Artinya sesuai aturan yang baru keluar pada tahun 2012 lalu tersebut, kita harus kembali kebelakang terlebih dahulu, yakni mengurus trase,” ucapnya.

Sehingga mau tidak mau sambungnya, pihaknya harus mengurus trase ke provinsi berkaitan untuk keperluan rekomendasi, pelaksananaan pembangunan jalur khusus kereta api angkutan batubara dari Sumsel ke Bengkulu itu.

“Kami berharap, Pemprov Sumsel segera memberikan rekomendasi yang dibutuhkan tersebut. Sehingga, kami bisa lebih cepat menetapkan trase pelabuhan Linau-Bukit Asam tersebut,” ungkapnya.

Ia menjelaskan jika pembangunan jalur khusus tersebut bisa terwujud, maka jarak tempuh jauh lebih efisien yakni hanya 180 kilomenter (Km),  jika dibandingkan menuju ke Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA), yang jarak tempuhnya mencapai 350 Km dan pelabuhan di Provinsi Lampung mencapai 500 Km.

Ia mengungkapkan dengan dibukanya jalur khusus dari Bukit Asam menuju Linau itu, maka diprediksi sekitar 20 juta ton batubara, bisa dikeluarkan pertahun. “Untuk pembangunan jalur KA ini, kita menginvestasikan dana sekitar Rp 12 triliun,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Eddy Hermanto menyebut,  pemprov masih mempelajari keinginan PT IRN tersebut. Apalagi sebutnya, Pelabuhan TAA sudah diresmikan dan pemprov lebih memrioritaskan pelabuhan tersebut.

“Memang PT IRN, menawarkan kemudahan akses dan jarak yang lebih pendek untuk angkutan batubara jika jalur tersebut telah selesai. Namun kita perlu diskusikan lebih dahulu, sebab Pelabuhan TAA menjadi prioritas utama untuk sarana seperti angkutan batubara,” tukasnya.

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster