Pengendara Masih Membandel

 110 total views,  7 views today

*Larangan Membonceng Lebih Dari Satu Orang

Foto-HL.-Pengendara-Masih-Membandel

Pengendara Masih Membandel./ Foto Iwan Cheristian

PALEMBANG, KS – Walaupun sudah di sosialisasikan, baik melalui surat kabar maupun spanduk raksasa terhadap larangan membonceng lebih dari satu orang,  namun nampaknya belum juga dipatuhi sepenuhnya.  Bahkan, ada beberapa pengendara motor yang tetap nekad melintas di jalan umum dengan berboncengan lebih dari dua orang.

Pantauan Kabar Sumatera, Minggu (22/12) di Jalan M Isa,Palembang, masih banyak

pengendara kendaraan roda dua di metropolis, yang masih membonceng lebih dari satu orang. Bahkan, baik penumpang maupun yang pengendara motor tidak memakai helm.

Begitu juga di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Kolonel H Barlian, masih banyak terdapat pengendara motor yang membonceng lebih dari satu orang. Mereka yang melakukan pelanggaran ini, mayoritas remaja yang masih sekolah.

“Saya belum tahu kalau ada larangan bonceng lebih dari satu orang, saya bonceng dua teman sekaligus karena karena kami ada keperluan mendadak,” ungkap salah seorang pengendara sepeda motor yang dibincangi saat di Jalan Kolonel H Burlian, kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Kepolisian Resort Kota  (Polresta) Palembang, Kompol Arief Fitriyanto mengaku,  pihaknya akan segera menindak jika memang masih banyak pelanggaran terkait aturan membonceng pada motor.

“Berdasarkan pasal 106 ayat (1), pengendara motor tidak diperkenakan membonceng lebih dari satu penumpang. Jika kedapatan, bisa dikenakan penjara satu bulan dan denda maksimal Rp 250 ribu,”kata Arief.

Arief berharap, di luar adanya sanksi tersebut, pengguna motor benar-benar memperhatikan keselamatan dirinya, yang dibonceng, maupun pengguna jalan yang lain. Arief mengatakan, peraturan tersebut dibuat bukan untuk dilanggar, melainkan untuk ditaati. “Ini demi keselamatan kita bersama. Lebih dari satu penumpang, bisa membuat pengendara motor kesulitan dan berpotensi kecelakaan,” imbuhnya.

Apalagi sebut Arief, yang banyak melakukan pelanggaran tersebut adalah remaja yang belum identitas, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Surat Izin Mengemudi (SIM).  “Kami himbau juga kepada orang tua, untuk membantu memberikan pengertian kepada anaknya untuk mentaati aturan lalu lintas. Artinya orang tua, harus memberikan pengertian kepada anaknya yang belum miliki SIM, agar tidak mengendaraan motor dulu, sebelum memiliki SIM,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster