Hujan, Jalan Pusat Kota Berlumpur

 304 total views,  2 views today

hl

Foto : Indra Setia Haris /KS

PALI | KS – Infrastruktur jalan yang ada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Ironsinya, kondisi jalan tersebut berada di pusat kota yakni Talang Ubi.

Jalan tersebut merupakan jalan baru Telkom yang masih tanah dan belum tersentuh aspal. Kondisi jalan ruah mulai dari bundaran Simpang Lima menuju Bukit Tudung, Komplek Pertamina.

Parahnya lagi, saat curah hujan tinggi, jalan itupun berubah menjadi ‘bubur merah’. Tak ubahnya kubangan kerbau.

Tokoh masyarakat PALI, Iskandar Anwar mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan milik PT Pertamina. Namun, dengan keberadaanya yang melintasi di tengah-tengah pusat Kota Pendopo, maka jalan tersebut dipergunakan masyarakat untuk beraktifitas.

“Memang itu jalan milik perusahaan, tapi kebanyakan masyarakat yang melintas, karena posisinya yang berada di tengah kota dan melintasi pemukiman warga. Kalau hujan jadi putus dan warga kebanyakaan mutar balik,” keluhnya.

Untuk itu dirinya bersama masyarakat setempat, Sabtu (21/12), melakukan gotong royong dengan masyarakat setempat, untuk melakukan pembuatan siring air ditepian jalan, dengan menggunakan bantuan alat berat.

“Kita sebagai masyarakat sini, berharap pihak perusahaan ataupun pemerintah, bisa buat jalan ini menjadi lebih baik. Namun, karena tidak ada tindakan jadi kita secara bersama-sama dengan masyarakat disekitar sini, untuk melakukan perbaikan jalan ini secara gotong royong,” ungkapnya.

Sementara, Lurah Talang Ubi Timur, Hairullah SPKP mengatakan, aksi sosial masyarakat yang dilakukan kelurahannya, merupakan program pola swadaya sebagai bentuk aktif dalam menangulanggi turunnya hujan, termasuk rusaknya jalan.

“Kita memang rutin lakukan program sosial seperti ini, dengan pola swadaya masyarakat. Untuk itu, kegiatan seperti ini semestinya harus berkelanjutan, tidak hanya di wilayah kita ini saja, namun harus diterapkan juga di wilayah lain, karena mamfaatnya sangat banyak untuk kita semua,” ujarnya.

Hairul juga menambahkan, pihaknya sudah meminta bantuan batu pecah kepada Pertamina sebanyak 6 M3. Namun setelah diteliti, ternyata jumlah itu masih jauh dari cukup. “Minimal dibutuhkan 20M3 batu pecah. Karena itu kita masih koordinasi dengan Pertamina agar batunya harus ditambah” jelas Hairul.

Untuk alat beratnya sendiri, Hairul sudah berkoordinasi dengan beberapa perusahaan untuk mendapatkan pinjaman alat berat. “Alhamdulillah beberapa perusahaan bersedia meminjamkan alat berat” tambahnya.

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster