Sumsel Perluas Lahan Kedelai dan Tebu

 254 total views,  2 views today

kedelai

Foto : Google Image

PALEMBANG, KS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), pada 2014 mendatang diminta pemerintah pusat untuk meningkatkan produksi kedelai dan gula. Sebab itu, pemprov akan memperluas lahan pertanian kedelai seluas 5.000 hektar dan perkebunan tebu seluas 109 ribu hektar.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Sumsel, Taufik Gunawan menyebut, luas lahan kedelai di Sumsel saat ini kurang lebih 5.000 hektar. Namun jumlah tersebut, belum cukup untuk mencapai peningkatan pangan kedelai di 2014 mendatang.

“Tahun depan kita menargetkan perluasan area tanam baru kedelai seluas 5.000 hektar lagi. Perluasan ini tidak hanya lahannya yang baru, tapi tanaman kedelai bisa ditanam di daerah pasang surut yang bisa dua kali tanam,” kata Taufik dibincangi, Jumat (20/12).

Dia menjelaskan, sentra kedelai untuk di Sumsel sendiri berada di Lahat, OKU, dan OKU Timur. Kedepan akan dikembangkan di daerah pasang surut. Selama ini sambungnya, lahan pasang surut hanya ditanam padi namun mulai 2014, akan di coba ditanam kedelai.

“Masyarakat di daerah pasang surut, sudah bersedia menerapkan sistem ini. Kita juga akan memberi bantuan benih kedelai. Pasalnya, pada 2014 target produksi kedelai di Sumsel 14.360 ton. Sedangkan tahun ini, produksi kedelai Sumsel mencapai 8.760 ton. Makanya dibutuhkan perluasan lahan, untuk mencapai target yang ditetapkan,” paparnya.

Untuk gula, Sekretaris Dinas Perkebunan (Disbub) Sumsel, Hanung menambahkan, produksi gula di Sumsel sebenarnya sudah bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Sumsel. Namun, pemerintah pusat meminta Sumsel, lebih berkonstribusi lagi akan kebutuhan gula di provinsi lain.

“Kementerian kehutanan telah melepas 109 ribu hektar kawasan hutan produksi konversi, untuk perkebunan tebu. Perkebunan tebu ini, nantinya akan dikelola oleh tiga perusahaan, yakni PT Pratama Nusantara Sakti seluas 39 ribu hektar, PT Dinamika Sarana seluas 39 ribu hektar, dan PT Bumi Sriwijaya seluas 39 ribu hektar. Lahan tersebut semuanya berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),” bebernya.

Ia menambahkan, lahan tersebut sebenarnya ada yang masih dihuni oleh masyarakat, sehingga harus dilakukan konsolidasi agar lahan tersebut selesai diurus dan dibebaskan. Ia berharap proses ganti rugi tersebut, secepatnya diselesaikan.Sehingga tiga perusahaan tersebut, sudah bisa beroperasi untuk mencapai target swasambada gula nasional sebesar 3,7 juta ton pada 2014.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Sumsel, Singgih Himawan mengatakan, pihaknya akan mendorong kabupaten/kota untuk memperluas lahan pertanian secara berkelanjutan. Hal tersebut bertujuan, untuk mendukung program swasembada pangan.

“Produksi padi tahun ini 3.593.232 ton, tahun depan ditargetkan 3.986.098 ton. Sedangkan produksi kedelai tahun ini 8.760 ton dan tahun depan ditargetkan 15.887 ton. Sementara produksi gula tahun 91.471 ton dan 2014 ditargetkan 107.593 ton. Artinya produksi pertanian di Sumsel harus meningkat  pada 2014 ,” tukasnya.

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster