Puluhan Ayam Mati Mendadak

 1,253 total views,  2 views today

BANYUASIN, KS –  Puluhan ternak ayam milik masyarakat di Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa  yang diternak warga secara tradisional, sejak 4 hari terakhir berkurang karna mati mendadak hal ini diduga akibat suspect flu burung.
Nursadi Saleh peternak ayam setempat mengungkapkan jika awalnya ayamnya tersebut  mengantuk dikandangnya. Namun lama kelamaan, ayamnya yang berada di tiga kandang, tiba-tiba tidak bernyawa lagi.
“Sejak empat hari terakhir ini, dihari pertama ayam saya seperti ngantuk-ngantuk gitu. Di hari kedua, ada 5 yang mati, hari ketiga ada 23, dan kemarin sudah 40 yang mati mendadak, dan ditemui mati di dalam kandang,” kata Nursadi, Jumat (20/12).

Dia mengaku baru pertama kali terjadi ayamnya yang berada di kandang ayam mati mendadak, dan tidak ditemukan tanda-tanda jika ayamnya diserang binatang liar.

“Kalau dilihat dari fisik, tidak ada serangan musang atau hewan pemangsa lainnya” katanya.
Nursadi menerangkan, dirinya terpaksa mengubur ayam-ayam yang mati tersebut ketimbang dikonsumsi, karena takut jika ayamnya benar-benar terjangkit flu burung. “Ya saya kubur saja, kalau dimakan takutnya jadi
penyakit,” sambungnya.
Nursadi menjelaskan, jika peristiwa matinya ayam tersebut belum dilaporkan ke UPTD Distanak setempat. “Belum saya laporkan, belumsempat saja,” katanya.
Warga mengaku khawatir dengan peristiwa matinya ayam tersebut, karena
bukan ternak ayam dia sendiri yang diserang penyakit aneh, namun
nyaris seluruh warga yang  beternak ayam, mengalami peristiwa yang
serupa.

Kepala Desa (Kades) Talang Buluh Sukatno, menyebutkan jika ada puluhan peternak ayam di desanya yang diduga terserang penyakit flu burung. Dugaan tersebeut berdasarkan banyaknya ternak ayam warga yang mati mendadak sejak beberapa hari terakhir,
“Jumlah peternaknya puluhan, kalau ayamnya ratusan, tapi rata-rata
ternak rumahan saja, ada yang memilihara untuk makan sendiri, atau
dijual dipasaran. Dan, memang sejak beberapa terakhir, ada yang
melaporkan  soal banyaknya ayam peternak ini yang mati,” katanya.
Namun dikatakannya, pemerintah desa tidak bisa menebak-nebak
penyebabnya, apakah benar tejangkit flu burung atau bukan. “Tapi belum
tentu juga flu burung, mungkin sakit karena lain. Karena untuk
mengetahuinya itukan butuh pemeriksaan dari dokter hewan dari Distanak
Banyuasin. Jadi, untuk saat ini kami laporkan dulu. Namun, kami
berharpa sekali, tim distanak segera turun, agar tidak timbul
kekhawatiran ditengah-tengah masyarakat,”  katanya.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Distanak Banyuasin, Ir Madian mengaku
sudah menerima laporan terkait banyaknya ternak ayam yang mati
mendadak di Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa.
“Penyebabnya itu bukan flu burung, melainkan peyakit bernama Coryza
atau SNOT. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri hemophilius
gallinarium dengan gejala bengkak didaerah muka dan mengeluarkan
lendir, dan penyakit ini tergolong tidak menular ke masyarakat, dan
bisa diantisipasi  dengan antibiotik.  Kami saat turun ke lokasi juga
sudah melakukan penyemprotan ke kandang ayam milik warga,” tutupnya.

 

TEKS :DIDING KARNADI

EDITOR :RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster