Pecel Lele Santoso Nan Menggoda

 1,486 total views,  2 views today

Warung-Pecel-Lele-Santoso,-sekilas-terlihat-dari-kejauhan-tampak-pegawai-sedang-merapikan-tempat-berjualan-yang-baru-saja-di-buka

Warung Pecel Lele Santoso, sekilas terlihat dari kejauhan tampak pegawai sedang merapikan tempat berjualan yang baru saja di buka. / Foto : IST

PALEMBANG, KS – Menjamurnya usaha pecel lele bukan semata-mata hanya pelestarian makanan daerah asal Jawa, melainkan keuntungannya pun cukup menjanjikan. Seperti yang dialami Santoso dan istrinya Lilis (32).

Warga Jalan Kemiri Lorong Kelapa Hijau Rt 03/06 ini boleh dikata tujuh tahun menjalani usaha Pecel Lele. Sebelumnya Santoso hanya seorang sopir mobil box di Kota Lamongan, Jawa Timur. Akhirnya ia pun memutuskan berusaha mencipta warung kuliner serupa pecel lele.

Berapa modal awal bisnis pesel lele? Jawab istri Santoso, pertama kali buka usaha ini, ia menghabiskan modal sebanyak Rp 20 juta.

“Itu belum termasuk uang lampu dan gaji pegawai. Ya, mungkin kalau sekarang bisa lebih,” tutur Lilis.

Kata Lilis, mulanya ia pergi merantau ke Palembang karena diajak kakaknya Santoso.  Apalagi, saudaranya rata-rata membuka usaha pecel lele.

“Ceritanya kami di sini di ajak kakak,” ucapnya singkat.

Dan, akhirnya Lilis pun berusaha pecel lele di depan Toko Semarang KM 12, tapi tak lama kemudian ia pindah lokasi di sebelah Dealer Honda KM 12.

“Waktu kami pindah tempat dagang, sempat sepi pembeli. Mungkin pelanggan lama mengira kami tutup. Ya, akhirnya kami pun cari pelanggan lagi,” ungkap Ibu  tiga anak ini.

Cerita Lilis, sewaktu berjualan pecel lele di depan ruko samping Dealer Honda KM 12 mereka hanya dikenakan biaya listrik Rp 75.000. lama kelamaan ia pun terpaksa membayar taihan listrik sampai angka Rp 500.000.

Agaknya usaha pecel lele milik Santoso bersama Lilis ini terbilang menggiurkan. Terbukti di hari-hari besar seperti malam pergantian tahun, hari raya, dan hari besar lainnya mereka bisa meraut keuntungan hingga Rp 30 juta.

“Kalau hari-hari besar banyak sekali pembeli, tetapi kalau hari-hari biasa ayamnya hanya terjual 60 potong. Itu hanya ayam saja kok, belum termasuk yang lain,” bebernya.

Banyak sekali menu kuliner di warung pecel lele Santoso ini seperti ayam, bebek, cumi, ikan lele, ikan gurami, kerang dan masih banyak lagi, mereka juga meyediakan berbagai jenis minuman misalnya es jeruk, es teh, lemon tea dan lain-lain. Harga makanannya juga bervariasi ikan lele harganya Rp 13.000, ikan gurami Rp 32.000, ayam Rp 17.000, udang Rp 24.000. cumi Rp 22.000. “Rasanya enak dan gurih disantap sangat hangat rasanya tambah nikmat, pokoknya nikmat ayamnya tuh garing sekali,”ungkap salah seorang pelanggan.

Santoso dan istrinya tak sendirian mengolah menu-menu dagangannya, mereka dibantu oleh enam pegawai yang berasal dari Jawa Timur. Para pegawainya juga tinggal di kediamannya. Bahan dasar dagangan di beli di Makro dan pasar.

“Biasanya kami membeli ikan di Makro, sedangkan Ayam sudah pesan di pasar jadi tinggal ambil aja,”ujar Lilis.

Rasanya yang enak dan gurih mampu menggoyang lidah. Jika anda penasaran dengan rasanya silakan mampir di warung pecel lele khas Jawa Timur samping Dealer Honda KM 12. Nikmati sentuhan rasanya yang enak dan lezat hanya di warung pecel lele Santoso. Anda mau? Silakan datang. Itu pesan Pak Santoso.

TEKS/FOTO:VENI ATISA (mg)

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster