Jasa Ibu Kepada Beta

 570 total views,  2 views today

(Catatan Kecil Menyambut Hari Ibu 22 Desember)

Oleh  Dian Lestari

(Mahasiswa Fakultas Agama Islam UMP)

cewek-jerry

Sepanjang kehidupan manusia, sosok ibu memang tidak akan pernah bisa tergantikan. Ibu sebagai seorang yang penuh kasih sayang, yang memberikan segalanya tanpa balas jasa. Ibu adalah orang yang melahirkan kita di dunia. ibu adalah orang yang tidak kenal lelah, untuk menjaga kita siang dan malam. ibu adalah sesosok pahlawan tanpa tanda jasa, atas anak-anaknya. Mendidik kita dikala kecil, memberikan kasih sayang yang kita butuhkan.

Ia menjadi guru, yang tak pernah digaji. Menjadi pembantu, yang tak pernah dibayar. Menjadi pelayan yang sering terlupa dihargai, dan menjadi babby sitter yang paling setia. Hanya tawa dan jerit lucu yang ingin didengar dari kisah-kisah yang tak pernah absen ketika ia mendongeng. Kantuk dan lelah tak lagi dihiraukan, walau harus menyamarkan suara menguapnya dengan auman harimau. Dalam kantuknya, ia pun terus mendongeng.

Pengorbanan seorang ibu sungguh luar biasa, tidak ada tandingnya. Seorang ibu selalu ikhlas melakukan apapun demi anaknya. Tak minta apapun untuk mengganti atau membayar pengorbanannya, karena memang tak akan tergantikan dan terbayar dengan apapun. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita, menyusui kita, mendidik kita, menjaga setiap saat kita terbangun.

Meski pun, terkadang ia harus berhutang. Lagi-lagi atas satu alasan, demi anak. Di saat pusing pikirannya mengatur keuangan yang serba terbatas, periksalah catatannya. Di kertas kecil itu tertulis: 1. Beli susu anak; 2. Uang sekolah anak. Nomor urut selanjutnya baru kebutuhan yang lain. Tapi jelas di situ, kebutuhan anak senantiasa menjadi prioritasnya. Bahkan, tak ada beras di rumah pun tak mengapa, asalkan susu si kecil tetap terbeli. Takkan dibiarkan si kecil menangis, apa pun akan dilakukan agar senyum dan tawa riangnya tetap terdengar.

Senandung lagu yang sering kita dengar, “kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali. Bagi sang surya menyinari dunia.” Ketika kita duduk di bangku taman kanak-kanak, sering kita diajak para ibu guru untuk menyanyikan lagu tersebut sebagai wujud cinta kasih kita terhadap seorang ibu yang melahirkan kita ke dunia. Ibu merupakan sosok yang sangat kita cintai dan kita hormati. Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah. Terkadang kita sebagai anak sering menyakiti secara tidak sengaja, baik secara lisan maupun perbuatan. Di moment yang spesial ini, peluklah ibu-ibu kalian. Cium keningnya. Berbahagialah jika anda masih memiliki seorang ibu. Seandainya ibu anda sudah tiada, kunjungilah pusara almarhum ibu anda dan kirimkanlah untaian doa dari hati ada yang paling tulus.

Saat ini, seorang ibu tak jarang menjadi tulang punggung keluarga. Banyak para wanita-wanita perkasa diluar sana. Ada yang berprofesi sebagai tukang parkir, ojek keliling, tukang becak, bahkan buruh kasar mengangkut barang-barang berat. Mereka adalah perempuan-perempuan perkasa. Ada juga wanita-wanita karier yang memiliki anak, namun masih sempat untuk memasakan sarapan buat anaknya. Tidak melepaskan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu. Ibu adalah karunia dari Tuhan yang sangat luar biasa. Maka pantas jika ada pepatah surga ada ditelapak kaki ibu. Selamat Hari Ibu para wanita-wanita perkasa di seluruh pelosok Nusantara.Terimakasih atas kasih sayangmu terhadap kami anak-anakmu. Kepada ibuku, terimakasih atas pengorbanan dan kasih sayang yang engkau curahkan terhadap kami anak-anakmu.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster