Data PMKS Dimuktahirkan

 309 total views,  2 views today

MUARAENIM, KS – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Muaraenim melakukan pemutakhiran data bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).  Untuk mendata jumlah PMKS ini, Dinsos menerjunkan 1.404 petugas yang disebar di 20 kecamatan.

“Pemuktahiran data ini, sangat penting untuk kebutuhan pemetaan terhadap masalah PMKS secara komprehensif. Sehingga, nantinya semua program dan kegiatan sosial, dapat terlaksana secara tepat sasaran. Seperti bantuan beras miskin (Raskin), Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dan lain-lain,” kata Teguh dibincangi, Jumat (20/12).

1.404 relawan ini jelas Teguh, terdiri dari 10 orang lurah, 245 kepala desa (Kades), 281 Ketua Rukun Tetangga (RT), dan 782 Kepala Dusun (Kadus). Selain itu Dinsos sambungnya, akan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama, dan pekerja sosial dalam pendataan PMKS tersebut.

Teguh menjelaskan, PMKS dibagi dalam 23 katagori diantaranya, anak terlantar, anak cacat, anak nakal, wanita rawan sosial, korban tindak kekerasan, penyandang cacat, pengemis, bekas warga binaan, korban penyalahgunaan Napza, keluarga fakir miskin hingga korban bencana alam dan korban bencana sosial.

“Terhitung hingga akhir Desember 2012 lalu, total PMKS yang ada di Kabupaten Muaraenim tercatat sebanyak 60135 orang. Jumlah PMKS ini, mungkin bertambah karenanya perlu kita lakukan pendataan ulang,” jelas Teguh yang ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Teguh, dalam menyikapi PMKS ini pihaknya telah melaksanakan sejumlah program. Pelaksanaan program tersebut bekerjasama dengan sejumlah pusat panti sosial. Seperti panti sosial yang ada di Cibinong, Jawa Barat (Jabar), Provinsi Bengkulu, ataupun Bina Remaja di Indralaya, Ogan Ilir (OI).

Penyandang masalah sosial ini sambung Teguh, diberikan keterampilan dan keahlian tertentu sebagai modal dasar bagi, mereka untuk memperbaiki kehidupan. Seperti keahlian montir, menjahit, tata boga, pertanian dan lain-lain.

Bahkan, untuk penyandang cacat, pihaknya memberikan program pelatihan dan pemberian dana hibah melalui Kelompok Usaha Bersama (Kube) fakir miskin.  “Selain itu, ada juga program-program sosial lain yang kita laksanakan, dengan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dan pemerintah pusat,” jelas dia.

Teguh menambahkan,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim melalui Dinsos akan menjadi percontohan bagi pemutakhiran data PMKS ini.  Sebab, Kabupaten Muaraenim menjadi kabupaten pertama dan satu-satunya di Sumsel, yang berinisiatif melakukan pemutakhiran data. “Bahkan, pada 2012 Pemkab Muaraenim menerima piagam kesetiakawanan sosial dari Kementrian Sosial (Kemensos) RI, dalam upaya penanganan sosial,” ucap Teguh.

Langkah Dinsos ini, diapresiasi oleh warga Muaraenim seperti yang diungkapkan Azhari. Menurutnya, pendataan memang harus dilakukan dengan turun langsung ke lapangan. “Sehingga data yang dikumpulkan benar-benar valid. Apa yang dilakukan Dinsos, sudah tepat,” tukasnya.

TEKS              : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster