Perusahaan Abaikan Jalan Rusak

 402 total views,  2 views today

-Warga Datangi Rumah Bupati-

hl-ft-2

Kondisi salah titik jalan yang rusak yang dikeluhkan warga. / Foto : Google Image

hl-ft-1

Beberapa warga Desa Benakat Minyak Kecamatan Talang Ubi saat dikediaman Bupati PALI. / Foto : Indra /KS

PALI | KS – Putusnya jalan poros tepat di Tebing Itam dan Tebing Kawat, Desa Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), membuat warga meradang.

Pasalnya, jalan tersebut dapat menghubungkan Desa Benakat Minyak, Semangus maupun Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, dan tembus ke beberapa desa di Musirawas. Akibatnya, perekonomian warga tersendat.

Warga mengkalim, rusaknya jalan tersebut disebabkan mobil-mobil besar milik perusahaan yeng kerap melintas. Ironisnya, perusahaan-perusahaan tersebut terkesan tutup mata dan membiarkan jalan tersebut rusak.  Kehadirannya perusahaan nampaknya tidak menjamin kesejahteraan warga sekitar.

Untuk menuju Talang Ubi, Ibukota Kabupaten PALI, masyarakat harus rela mengambil rute jalan memutar.

Sejumlah warga yang kesal akhirnya mendatangi rumah kediaman Bupati PALI,  Ir H Heri Amalindo MM untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak perusahaan untuk segera memperbaiki jalan tersebut.

“Sekarang ini kondisi jalan disana (Tebing Itam dan Tebing Kawat -red) putus total. Jadi tidak bisa lewat lagi. Jalannya bukan lagi rusak, tapi sudah hancur. Di Tebing Itam jalan yang hancur kira-kira 100 meter. Kalau Tebing Kawat kira-kira 30 meter,” ungkap tiga warga Benakat Minyak, Suwardi Salam, Hendro dan Edi Purnomo, Kamis (19/12).

Suwardi Salam juga menuturkan, beberapa perusahaan yang beroperasi disitu adalah perusahaan besar berskala nasional. Antara lain PT Pertamina EP, PT Medco Energi, PT Benakat Barat Petroleum yang ketiganya bergerak dibidang minyak dan gas. Selain itu ada PT Musi Hutan Persada yang bergerak dibidang Hutan Tanaman Industri.

“Jangankan memperbaiki, mobil-mobil perusahaan itu justru ikut berjalan memutar,” terang Suwardi.

Edi Purnomo menambahkan, warga PALI baik yang tinggal di Benakat Minyak, Semangus maupun Sungai Baung sendiri, mau tidak mau harus mengambil rute memutar bila ingin ke Pendopo, Talang Ubi.

“Sudah hampir sebulan ini kita terpaksa mutar lewat Jalan Barito (Jalan logging PT MHP -red), dengan selisih jarak tempuh 1 jam lebih. Sedangkan bila dari Sungai Baung, paling paling 30 menit,” ungkap.

Ir H Heri Amalindo MM, sebagai orang nomor satu di bumi serepat serasan ini, merasa prihatin melihat kondisi jalan yang ada di wilayahnya. Sedangkan, wilayah Kabupaten PALI sendiri merupakan pusatnya perusahaan yang melakukan operasi kerja, dalam mengambil sumber daya alam (SDA), baik minyak, gas, dan perkebunan.

“Saya sangat perihatin melihat kondisi jalan di wilayah Kabupaten PALI ini. Padahal, di wilayah kita ini banyak sekali perusahaan-perusahaan yang melakukan kerjanya disini,” ungkap suami Ir H Sri Kustina itu.

 

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster