Pagaralam Minim Sarana Pendukung Wisata

 342 total views,  2 views today

hl---Pagaralam-Minim-Pendukung-Wisata-(1)

Foto : IST

PAGARALAM, KS – Sejumlah sarana pariwisata yang tergolong kurang terpelihara maupun belum terkelola dengan baik, membuat pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pagaralam  merencanakan akan memperbaiki fasilitas dimaksud guna menarik minat pengunjung yang ada.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota pagaralam, Ibnu Hajar SE MM mengatakan, sejauh ini ada beberapa lokasi yang diprioritaskan perbaikan dan pengelolaannya.

“Kita akan mengembangkan objek wisata lain selain Gunung Dempo yang sudah menjadi wisata andalan,” terangnya, kemarin (19/12).

Ia mengatakan, objek wisata yang akan dikelola dengan serius adalah lokasi wisata Arung Jeram di Dusun Pelang Kenidai, Dempo Tengah. Mengingat wisata minat khusus ini begitu menjanjikan bagi para wisatawan penggemar adrenalin.

“Lokasi arung jeram yang kita punya itu bisa lebih baik daripada di daerah lain termasuk di Pulau Jawa,”  katanya seraya berujar hampir seluruh jajaran Pemerintah Kota Pagaralam termasuk wali kota sempat beberapa kali menjajal langsung arung jeram tersebut beberapa waktu lalu dan menyatakan optimistis kalau lokasi ini dapat menjadi tujuan wisata spektakuler.

Namun demikian, pengembangan lokasi arung jeram tersebut tentunya tidak berarti melupakan beberapa objek wisata lainnya seperti Air Terjun Lematang Indah dan Gunung Dempo.

“Di lokasi Tangga 2001 Gunung Dempo, kita akan kembangkan di lokasi parkirannya semacam tempat penjualan souvenir dan pasar wisata. Dengan demikian kita dapat sekaligus memasarkan hasil kerajinan dan oleh-oleh khas Pagaralam,” kata Ibnu.

Mengenai objek wisata lain ia mengakui memang masih belum maksimal pengelolaanya karena berbagai sebab. Seperti di Lematang masih ada permasalahan lahan yang diklaim warga. Padahal sebelumnya sudah dicoba untuk membicarakan masalah ini.

Pantauan di lapangan, saat ini sudah banyak para pelancong dari luar kota yang masuk dan berwisata ke Pagaralam. Diperkirakan puncak kunjungan adalah saat perayaan malam tahun baru nanti. Sementara para wisatawan kebanyakan membawa kendaraan sendiri baik perorangan maupun berombongan.

Sementara itu Tanti, seorang wisatawan asal Palembang menuturkan, yang menjadi permasalahan menuju ke lokasi wisata yakni sulitnya sarana transportasi.

“Jika kami tidak bawa kendaraan kerap mengalami kesulitan menuju lokasi wisata. Namun ada juga ojek yang menawarkan harga yang cukup tinggi. Bagusnya bila ada angkutan umum, bisa memudahkan para wisatawan menuju lokasi wisata,” ujarnya.

Hal senada dikatakan seorang wisatawan asal Jerman, Hellen Schmidt, yang kebetulan sedang berada di Pagaralam pun mengakui sulitnya transportasi ke berbagai lokasi wisata. “Disini transportasinya sulit,” ujarnya singkat.

Menanggapi  hal tu, Ibnu Hajar mengakui memang sarana transportasi masih menjadi kendala bagi kunjungan wisata. “Kita akui memang transportasi jadi masalah. Tetapi, belum bisa dipastikan pemecahannya karena menyangkut ke banyak pihak,” katanya.

 

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster