Dana Jadi Alasan Klasik

2nh10an9027ev-8bkBesiABIk-hd

Foto : Dok IST

PALEMBANG, KS – Sebagai kota tertua di Indonesia, Palembang memiliki banyak jejak sejarah peradaban yang pernah jatuh dan bangun disepanjang aliran Sungai Musi. Sayangnya banyak bukti sejarah itu, kini mulai memudar seperti Kampung Arab di Kelurahan 13 Ulu atau Kampung Kapitan di Kelurahan 7 Ulu.

Kedua bukti sejarah ini, dibiarkan terongok tanpa perawatan berarti dari pemkot. Namun itu dibantah oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palembang, Tabrani.

Kepada Kabar Sumatera, ia menyebut pemkot akan terus melestarikan dan melindungi kawasan wisata sejarah di Palembang termasuk Kampung Kapitan. “Kampung Kapitan, tentu saja harus kita pertahankan. Itu masuk dalam kawasan wisata, sehingga perehabannya bisa ditangani Disbudpar,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Namun untuk melestarikannya, Disbudpar disebut mengalami kesulitan dana. Karena luasnya lahan yang berada di Kampung Kapitan, yang harus dirawat. “Kampung Kapitan itu, luasnya mencapai 500 meter persegi. Kita kekurangan dana, untuk merawatnya. Untuk menjadikannya sebagai kawasan khusus heritage,  kita tidak ada dana karena harus membebaskan lahan,”kata Thabrani memberikan alasan.

“Ada tiga rumah yang harus kita temui, untuk pembebasan lahannya. Cukup berat karena itu rumah pribadi, dari nenek moyang mereka,”sambungnya.

Sementara dana yang dianggarkan di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Palembang sebutnya, difokuskan untuk meningkatkan fasilitas sejumlah tempat wisata yang sudah jadi.

Satu-satunya jalan, agar  Kampung Kapitan tetap terjaga menurut Thabrani hanya dengan membangun kawasan tersebut menjadi kampung sadar wisata. Penyuluhan pun digencarkan melalui  kelurahan setempat, untuk mendorong masyarakat ikut terlibat menjaga Kampung Kapitan terutama dalam menjaga kebersihannya.

“Masalah kebersihan sebenarnya kita serahkan kepada pihak Dinas Kebersihan Kota (DKK). Tapi, kita akan wujudkan kampung sadar wisata di Kampung Kapitan ini. Begitu juga di kampung Arab,”ujarnya.

Teks   : Alam Trie Putera

Editor : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com