Bupati Jajaki MoU Dengan Kemenpera

 320 total views,  2 views today

-Siap Serap Anggaran Perumahan-

Kompol-Amrozi,-Indra-Tarigan-dan-Iskandar-Anwar-saat-diterima-Heri-Amalindo-di-kediaman-resminya.

Kompol Amrozi, Indra Tarigan dan Iskandar Anwar saat diterima Heri Amalindo di kediaman resminya. / Foto : Indra / KS

PALI | KS – Setiap tahun jumlah penduduk selalu meningkat. Peningkatan ini tentunya diiringi p dengan meningkatnya kebutuhan akan perumahan.

Demikian halnya dengan Kabupaten PALI. Sebagai daerah otonomi baru yang belum genap setahun diresmikan, tentu akan mengalamii hal serupa.

Saat staf Deputi Formal Kementrian Perumahan, Indra Tarigan melakukan kunjungan ke Kabupaten PALI. Beberapa tokoh tampak mendampingi utusan dari Jakarta itu. Iskandar Anwar, Drs H Soemarjono, Kompol Amrozi (Polda Sumsel) ikut mengiringi.

Rombongan diterima langusung oleh Penjabat Bupati PALI Heri Amalindo di rumah dinasnya, Kamis (19/12).

Semula kedatangan Indra Tarigan ini hanya sekedar melakukan verifikasi terhadap lokasi pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) untuk anggota Polres. Namun, “digiring” untuk memaparkan berbagai kebijakan kemenpera dihadapan bupati.

Indra yang berspesialisasi mengurusi perumahan bagi para tenaga profesi seperti buruh, karyawan dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu pun menguraikan beberapa program yang sesuai dengan kondisi PALI.

Beberapa program itu diantaranya bantuan pengembangan pemukiman, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Rusunawa untuk buruh, karyawan dan pegawai dan lain-lain. Termasuk bantuan perumahan yang diperuntukkan bagi pondok pesantren yang sudah berjalan.

Beberapa bantuan itu dapat dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota dengan membuat usulan ke Kemenpera melalui Dinas PU  Cipta Karya propinsi. Selanjutnya akan dianggarkan pada tahun berikutnya.

Menurut Indra Tarigan, seluruh program itu bisa dilaksanakan. Asal memiliki kejelasan status tanahnya. Karena kebanyakan program yang dilaksanakan oleh kemenpera terkendala dengan status tanah.

“Tahun 2013 ini saja dari 62 program, hanya satu yang berhasil. Lainnya gagal karena terkendala lahan,” kata Indra.

Selain terkendala lahan, kegagalan program ini juga disebabkan para pemkab/pemkot mempertanyakan “keuntungan” yang bisa didapatkan.

Menanggapi hal ini, Penjabat Bupati PALI Heri Amalindo  menyatakan, Pemkab PALI siap untuk melaksanakan program-program yang  diadakan Kemenpera. “Tahun 2014 nanti pemkab akan mempersiapkan usulan  sehingga pada tahun berikutnya, program-program tersebut sudah bisa dilaksanakan,” tuturnya.

Heri juga menegaskan, pihaknya tidak akan menuntut apapun terkait pembangunan tersebut. “Kami akan siapkan lahannya, kami cuma minta agar pembangunannya direalisasikan. Kami akan menyambut baik setiap kebijakan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat kami,” jelas Heri.

Menurut Heri, dengan adanya pengembangan pemukiman maka secara tidak langsung akan memacu perkembangan ekonomi masyarakat.

“Seandainya, dibuat pemukiman baru sebanyak 5000 rumah, maka akan timbul kebutuhan makan atau belanja bagi 5000 kepala keluarga disitu. Dengan begitu akan muncul toko-toko, unit bisnis baru disitu. Kalau ada 100 toko saja kemudian setiap toko bayar retribusi dan akan menambah PAD kami. Lumayan buat membiayai pembangunan jalan. Artinya daerah diuntungkan dengan program seperti itu. Masyarakat dapat rumah murah, ekonomi masyarakat terangkat dan pemkab dapat PAD,” papar Heri.

Usai mendengar paparan, Indra berjanji, setelah menerima proposal dari pemkab PALI akan membawa langsung proposal tersebut kepada Menteri Perumahan Rakyat sehingga dapat dibuatkan MoU.
Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster