Warga Diteror Tembakan dan Bom

 326 total views,  2 views today

Auri putuskan jalan perkampungan warga

Auri putuskan jalan perkampungan warga

*Jalan ke Pemukiman Warga Diputus

*Diduga Dilakukan Anggota TNI AU

PALEMBANG, KS-Arogansi aparat kembali ditunjukkan. Kali ini, warga di Kelurahan Sukadadi, Kecamatan Sukarame, Palembang, menjadi korbannya. Warga merasa di teror dengan umbaran peluru, dan ledakan bom yang dilepaskan anggota TNI Angkatan Udara (AU)  dari Pangkalan Udara (Lanud) Palembang.

Merasa keselamatan mereka terancam, Rabu (18/12), mereka mendatangi Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel dan Kodam II Sriwijaya, untuk meminta perlindungan.  Mustakim (36),  Ketua RT 32, Kelurahan Sukadadi dibincangi Kabar Sumatera mengaku, teror itu bukanlah pertama kali mereka terima.

Menurutnya, teror tersebut diterima oleh warga terkait konflik lahan. Lanud Palembang jelasnya,mengklaim tanah seluas 39 hektar yang berada di RT 32, Kelurahan Sukadadi adalah milik Lanud. Namun warga mempertahankannya, karena  sekitar 80 kepala keluarga (KK) yang bermukim disana memiliki bukti kepemilikan lahan tersebut.

“Selasa (17/12), sekitar pukul 22.00 WIB, warga kembali mendapatkan teror. Kali ini teror itu dilakukan, dengan menakut-nakuti warga melalui rentetan tembakan senjata api dan ledakan bom. Itu dilakukan di sekitar pemukiman warga,” ungkap Mustakim.

Sebelumnya peristiwa itu terjadi, sekitar pukul 16.00 WIB, ia aku Mustakim, sempat di datangi  dua anggota TNI AU yang membawa senjata lengkap. Mereka, mempertanyakan batas lahan milik warga dan memerintahkan warga untuk pindah, yang saat ini dihuni oleh sekitar 300 warga di RT 32.

“Nah, sekitar pukul 21.30 WIB, warga melihat truk milik TNI AU yang mengangkut puluhan personil dengan senjata lengkap. Mereka masuk dari arah belakang pemukiman warga,  kemudian baru terdengar suara ledakan bom berulang-ulang kali diringi dengan  suara tembakan persis di dekat pemukiman warga. Saat itu, listrik padam sebab gardu listrik yang berada di sekitar rumah warga rusak akibat terkena bom,” ucapnya.

Mendengar suara rentetan tembakan dan bom, warga pun jelas Mustakim, keluar dari rumah untuk mengetahui apa yang terjadi.  Namun warga justru disambut puluhan anggota TNI AU yang mengenakan pakaian loreng-loreng dan bersengjata lengkap.

“Saat itu salah satu dari mereka berkata kepada warga, kalau maju maka akan ditembak. warga yang takut masuk kedalam rumah masing-masing.  Esoknya (Rabu), kami melihat jalan utama yang menghubungkan pemukiman warga ke jalan yakni di Lr Sentosa ternyata sudah dirusak. Jalan itu putus akibat digali, sehingga warga tidak bisa beraktivitas karena jalan tidak bisa dilintasi,” bebernya.

“Selama ini, sudah banyak ancaman yang kami terima dalam bentuk  short message service (SMS). Isinya, jika warga tidak angkat kaki dari lokasi tersebut maka akan di bumi hanguskan. Padahal kami sudah tinggal disana, sejak tahun 1994,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova melalui Kasi Penmas, Kompol Ali Ansori didampingi Kompol Djumali, yang menerima kedatangan warga tersebut mengatakan keluhan warga tersebut sudah disampaikan ke atasannya.

“Apa yang telah disampaikan akan kami teruskan kepada atasan, kami mengharapkan permasalahan terjadi dapat diselesaikan dengan damai. Kami mengajak warga, untuk tidak terpancing  hingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Semuanya harus menahan diri,” himbaunya.

Sementara itu saat mendatangi Kodam II Sriwijaya, puluhan warga ini diterima Pabandialit, Mayor Seprianizar didampingi Mayor Dedi Kurniadi. Seprianizar menyebut, Kodam II akan segera berkoordinasi dengan TNI AU terkait persoalan tersebut.

Terpisah, Danlanud Palembang, Letkol PNB, Ramot Christian P Sinaga saat di konfirmasi membantah, jika anggotanya melakukan teror terhadap warga. “Tidak ada pemutusan akses jalan. Jika dijaga emang benar, karena itu merupakan objek vital.  Kami tidak pernah mengajak warga untuk betrok,” tukasnya.

 

TEKS              : OSCAR RYZAL

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster