Pasien Terpaksa Dirawat di Lorong RS

 111 total views,  3 views today

RSUD Dr HM Rabain Muaraenim

RSUD Dr HM Rabain Muaraenim

*Pasien RSUD HM Rabain Membludak

MUARAENIM, KS-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr HM Rabain, Muaraenim, kebanjiran pasien terutama pasien penyakit dalam. Pasien yang di rawat di RSUD tersebut, tidak tertampung dengan jumlah tempat tidur yang dimiliki sehingga banyak pasien yang harus di rawat di luar ruangan.

Pantauan Kabar Sumatera, kemarin, sejumlah pasien harus terpaksa tidur di lorong-lorong di sal penyakit dalam.  Informasi yang dihimpun menyebutkan, penempatan perawatan pasien di lorong-lorong tersebut, karena seluruh tempat tidur di kelas III sal penyakit dalam, seluruhnya penuh.

Akibatnya warga terpaksa harus rela tidur di lorong-lorong, sembari menunggu antrian untuk masuk dalam kamar sal penyakit dalam.  “Kami lebih baik tidur di lorong, daripada disuruh pulang menahan sakit. Kualitas perawatan sama, tidak dibeda-bedakan,” tutur Mariama (60), salah satu pasien penyakit dalam di RSUD HM Rabain.

Warga Pendopo, Talang Ubi, Kabupate Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ini mengaku, sudah tiga hari tidur di lorong tempatnya dirawat sekarang. Ia jelasnya tidak mendapatkan perawatan di dalam ruangan sal penyakit dalam, sebab semua tempat tidur di kelas III sudah penuh.

Meskipun tidur di lorong menurut Mariama, rasanya tidak jauh berbeda dengan di dalam ruangan. Hanya saja sebutnya, ada perasaan kurang nyaman untuk beristirahat sebab terganggu dengan lalu lalangnya pengunjung maupun keluarga pasien.

Senada diungkapkan Turneli (63), warga Tanjungenim, yang mengaku menderita diabetes. Menurutnya, ia baru masuk semalam (Selasa) dari rujukan Puskesmas Tanjungenim sehingga ia tidak mendapatkan tempat tidur di dalam sal penyakit dalam.

Walau pun begitu menurutnya, ia tetap senang meski harus tidur di lorong. Yang penting ucap Turneli, ia tetap mendapatkan perawatan yang sama dengan pasien yang mendapatkan tempat tidur di dalam ruangan. “Dak apo-apo pak, kito di rawat di lorong-lorong rumah sakit, asalkan masih di rawat dan diperhatikan,” ucapnya.

Direktur RSUD Dr HM Rabain Muaraenim, Dr H Yan Riyadi MARS yang di konfirmasi melalui Sekretarisnya RSUD HM Rabain, S Oku, membenarkan jika akhir-akhir ini pasien terutama di sal penyakit dalam terus membeludak.

Akibatnya,  sal penyakit dalam yang hanya berkapasitas 54 tempat tidur, tidak mampu lagi menampung jumlah pasien yang harus di rawat. “Jumlah pasien naik hingga 134 persen, kita tidak mungkin menolak pasien yang datang hanya karena overload kapasitas. Dengan alasan kemanusian, kita tetap memberikan pelayanan kepada mereka walau pun harus di luar ruangan,” ungkapnya.

“Di 2014, kita telah mengusulkan untuk penambahan gedung baru khusus kelas III sebanyak 150 tempat tidur. Mudah-mudahan di realisasikan, sehingga kondisi ini kedepannya tidak terjadi lagi,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster