Online Trading Sumsel Masih Jelek

 345 total views,  2 views today

Online Trading Sumsel Masih Jelek. caption ; Soalae SE AK, Wakil Pialang di PT Midtou Aryakom Futures, saat menyampaikan materi kepada mahasiswa Universita Tridinanti di Aula Flamboyan,

Online Trading Sumsel Masih Jelek. caption ; Soalae SE AK, Wakil Pialang di PT Midtou Aryakom Futures, saat menyampaikan materi kepada mahasiswa Universita Tridinanti di Aula Flamboyan,

#Nasabah Bisa Transaksi Sendiri

PALEMBANG KS-Bisnis online trading di Sumatera Selatan (Sumsel) masih sangat jelek. Ini terjadi karena marketing sendiri menghalalkan segala cara demi mendapatkan nasabah. Sedangkan saat bertransaksi para investor atau nasabah tidak pernah melakukannya sendiri atau melalui marketing yang menjanjikan laba. Untuk itu, pemerintah tidak akan mengganti dana nasabah jika ada perjanjian di atas perjanjian.

Soalae SE AK, Wakil Pialang di PT Midtou Aryakom Futures menyebutkan, perusahaan sebelumnya telah melakukan perjanjian dengan pemerintah, sehingga dana nasabah yang dijadikan modal akan dikembalikan sepenuhnya. Namun, ketika pelaku bisnis melakukan perjanjian bersama nasabah dengan menjanjikan keuntungan yang besar, pemerintah tidak melakukan penggantian.

“Pemerintah tidak akan mengganti dana nasabah ketika ada perjanjian di atas perjanjian,” ungkapnya saat mengisi persentasi transaksi berjangka dan sistem perdagangan alternatif secara online trading di Aula Flamboyan, Universitas Tridinanti, Rabu (18/12).

Sambungnya, selama ini yang melakukan transaksi bukan nasabah langsung. Tetapi, orang lain yang melakukannya dengan tujuan mendapatkan keuntungan besar. Ketika dana nasabah yang terpakai tidak mendapatkan untung, investor cenderung beranggapan telah ditipu.

“Kita menyadarkan para investor agar bertransaksi sendiri. Jangan sampai orang lain yang ambil untung,” cetusnya.

Ia berkata, jenis transaksi online trading ini jauh lebih menarik dan jelas fungsinya, yakni nilai dan spekulasi. Dalam segi nilai, suatu komoditi dilindungi nilainya, dengan melakukan sistem hedging, menjual komoditas dengan harga diatas rata-rata harga pasar. Sedangkan spekulasi, tempat mencari keuntungan besar, karena sifatnya unlimited. Misalnya, sistem reguler dari Rp100juta/bulan menjadi Rp200juta/bulan, asalkan tahu cara-caranya. Bisnis ini ditujukan kepada nasabah yang ingin mencari usaha sampingan.

“Biasanya punya modal, tapi tidak tahu cara mengolahnya,” timpalnya.

Dijelaskannya, nasabah yang ingin bertransaksi sendiri cukup menyediakan uang sebesar Rp 100 juta untuk membuka rekening bank. Dengan uang tersebut nasabah dapat melakukan transaksi sendiri hingga sepuluh kali yang sebelumnya telah mendapatkan edukasi.

“Dengan modal Rp 100 juta, nasabah diijinkan untuk bertransaksi sendiri dengan mendapatkan edukasi terlebih dahulu,” ucapnya.

Soal perlindungan dana nasabah, Soal menjelaskan, atas hukumnya telah diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 1997 dan UU Nomor 10 Tahun 2011.

“Jadi, para investor atau nasabah tidak perlu takut lagi dananya akan menghilang karena akan dikembalikan,” ujarnya.

Pada kesempatan presentasi kali ini, Soalae menyampaikan bahwa ada satu tugas investor yakni bagimana cara mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Karena memang keuntungan tersebut tergantung investor itu sendiri.  Saat bertransaksi, kalau investor tidak memahami pasar ia dapat rugi, tapi kalau paham dengan pasar dapat memperoleh keuntungan.

“Jangan kita biarkan masyarakat bertransaksi secara membabi buta, tinggal bagaimana kita mengedukasikannya kepada mereka. Selama ini, nasabah tidak tahu menahu dengan transaksi yang menggunakan modalnya,” tutupnya.

 

TEKS:AAN WAHYUDI

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster