Kejari Lacak Penyelewengan Pupuk Bersubsidi

 332 total views,  2 views today

Pupuk Urea Bersubsidi

Pupuk Urea Bersubsidi

PAGARALAM KS-Lanjutan penggeledahan terhadap sejumlah toko pupuk yang diduga melakukan penyimpangan pendistribusian. Jajaran Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam, Rabu (18/12) mengembangkan kasus ini dengan meminta keterangan sejumlah saksi dari pengecer.

Para pengecer tersebut memberikan keterangan bahwa pupuk baik petroorganik,  phonska, ZP maupun Za permintaan petani beli tidak sesuai dengan per wilayah.

Menurut Titin, pengecer Tani Maju mengaku  dalam bulan Januari hingga Juli terjadi selisih  30-40 ton. Selain itu, ada temuan baru modus distributor diminta tangan blanko kosong.

Termasuk diakui pulaa oleh Setiawan, pengecer lain dari Citra Tani. Ia mengatakan, bahwa untuk tahun ini saja selama 6 bulan pihaknya diberikan opsi blanko kosong tersebut. “Sejauh ini kami diminta intuk menandatangani surat menyurat,  bahwa pupuk tersebut sudah kami terima. Pastinya kami tidak tahu dari distributor ketersediaannya berapa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Pagaralam Ranu Indra SH melalui Kasi Pidsus Hafid Suhandi SH menegaskan, keterangan itu baru dari segelintis pengecer saja. “Kita belum mendalami hal itu hingga petani yang membutuhkan pupuk tersebut. Kemungkinan ada selisih lebih besar lagi,” kata Hafid.

Lanjut dia, pihaknya sejak kemarin belum mau menyebutkan nama-nama yang akan menjadi tersangka. Namun mereka akan segera dipanggil sebagai saksi terlebih dahulu sembari menunggu hasil audit BPKP.

Lebih jauh Hafid merincihkan, pada Pengecer Citra Tani, di 2012 silam terdapat selisih pupuk Phonska 89,6 ton, SP36 sebanyak 2 ton, Petro Organik 16 ton. Juga di Januri – Juli 2013 pupuk Phonska 30 ton, ZA sebanyak 8 ton, 8 ton pupuk SP 36, dan Petro Organik sebanyak 30 ton. Sama halnya dengan Pengecer Tani Maju Empat,  di Januari – Juli 2013 ada selisih pupuk dengan jumlah 40 ton pupuk SP 36 ditambah Phonska sebanyak 67 ton.

“Dalam pemeriksaan pengecer yakni Setiawan (Citra Tani) dan Titin (Tani Maju Empat) mereka sama sekali tidak mengetahui adanya selisih, bahkan mereka sempat mengisi blanko kosong,” kata Hafit seraya berujar dalam pemeriksaan tim Pidsus mendapati permintaan pupuk petani tidak sesuai dengan ketentuan, yang seharusnya dibagi per wilayah masing-masing.

Terkait barang bukti yang diamankan dari hasil penggeledahan di toko pupuk distributor Ayek Lematang, lanjut Hafid, sejauh ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah dokumen orderan penebusan pupuk.

“Memang kita belum mendapati dokumen penebusan yang kita incar yakni bukti laporan berupa dokumen asli,” ujarnya sembari mengatakan untuk barang bukti yang disita sehari sebelumnya, sebagian besar bukti laporan  bisa dipakai untuk penyelidikan.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam melakukan menggeledah dan penyegelan terhadap gudang pupuk milik PT Ayik Lematang di Jalan Trip Yunus Pagaralam, Selasa (17/12) lalu sekitar pukul 14.00 WIB. Pengeledahan  dilakukan oleh tim khusus yang dipimpin Kasi Pidsus Hafid Suhandi SH dan Kasi Intel Syahril Siregar SH, terkait adanya dugaan penyimpangan penjualan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan petani di Kota Pagaralam.

Proses penggeledahan tersebut sempat menarik perhatian sejumlah pihak termasuk pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Gudang saat itu sedang dijaga oleh tiga orang staf sedangkan pimpinannya sedang tidak berada di tempat. Dengan gerak cepat pihak kejaksaan yang menggunakan rompi bertuliskan Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri Pagaralam mengumpulkan seluruh berkas yang ada di dalam gudang tersebut. Beberapa dokumen yang diduga terkait transaksi penjualan pupuk dikumpulkan dalam dua kardus, demikian juga berkas-berkas yang dapat memperkuat bukti penyalahgunaan.

Kemudian penyidik langsung melakukan penyegelan sejurus penggeledahan toko pupuk milik salah satu distributor (Petrokimia Gresik) yakni UD Ayek Lematang berlokasi di simpang tiga Ali Topan, Jalan Trip Yunus, Kelurahan Pagaralam, Kecamatan Pagaralam Utara.

Pantauan di lapangan, penggeledahan yang dilakukan penyidik yang beranggotakan sekitar 7 personil dari Kejari Kota Pagaralam dipimpin langsung Kasi Pidsus Hafit Suhandi MH didampingi Kasi Intel Syahril Siregar SH. Sejumlah barang bukti dokumen diduga permintaan pupuk disita penyidik yang diamankan dari laci toko.

Selain itu, anggota penyidik ini pun memeriksa dokumen lain yang tersimpan dalam komputer di toko pupuk UD Ayek Lematang untuk mendapatkan tambahan bukti kuat guna mendalami kasus dugaan penyimpangan distribusi pupuk subsidi di Kota Pagaralam ini.

 

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster