Dana Reses Untungkan Caleg Incumbent

 401 total views,  2 views today

Ilustrasi Sidang Anggota DPR | Dok KS

Ilustrasi Sidang Anggota DPR | Dok KS

PALEMBANG, KS-Dari daftar calon tetap (DCT), yang telah ditetakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel), sejumlah “muka-muka” lama tercatat masih mencalonkan diri kembali sebagai calon anggota legislatif (caleg).

Untuk DPRD Sumsel, sejumlah caleg incumbent yang masih kembali bertarung untuk mempertahankan kursi wakil rakyat yang didudukinya saat ini diantaranya Najib Matjan, RA Anita Noeringhati, Edward Jaya,  Kobar Kotot,  M Yansuri, Abadi B Darmo, Nadia Basjir dari Partai Golkar.

Kemudian, RHM Rasyidi, MF Ridho, Zainuddin, Holda, Bihaqie Soefyan, Ahmad Yani, Rogayati Baijuri dari Partai Demokrat. Lalu MA Gantada, Giri Ramanda Kiemas, Susanto Adjis, Yudha Rinaldi, Aswandi Asgap, MD Sakim dari PDI Perjuangan. Ada juga Novran Marjani, Efrans Effendi, Hasbullah Akib, Arwani Deny, Budiarto Marshul dari Partai Gerindra.

Dari PPP ada Zaini Husin Umrie, Rizal Kenedi, Agus Sutikno, Muhammad Id. Begitu juga di di partai lainnya, tercatat masih di dominasi muka-muka lama yang masih menjabat sebagai anggota DPRD Sumsel.

Caleg-caleg incumbent ini, diuntungkan dengan dana reses yang mereka terima sebesar Rp 5 miliar pertahun. Ini diakui oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel, HA Djauhari ketika dibincangi, kemarin.

“Caleg incumbent, tentu memiliki keuntungan sendiri termasuk adanya dana reses tersebut. Namun dana reses itu bukan kita yang mengelolanya, kita hanya mengusulkan alokasi dana itu untuk apa saja,” ungkap Caleg DPR RI dari Partai Demokrat untuk daerah pemilihan (Dapil) Sumsel 1 ini.

“Dana reses Rp 5 miliar itu kan dialokasikan untuk kepentingan masyarakat oleh anggota DPRD, jadi wajar saja, kalau anggota DPRD yang kembali mencalonkan diri, diuntungkan dengan dana reses tersebut. Tetapi penggunaannya tetap saja bukan kita yang memegang uangnya,” sambungnya.

Ia menambahkan, untuk tahun 2014 mendatang, dana reses besarannya masih sama dengan tahun sebelumnya yakni Rp 5 miliar. Dan tersebut, di cairkan dalam dua tahun tahap. Sementara untuk reses sendiri jelas Djauhari, dilakukan tiga kali dalam satu tahun anggaran.

Sementara itu pengamat sosial dan politik, Prof Abdullah Idi ketika dibincangi beberapa waktu lalu juga menyebut, caleg incumbent mempunyai peluang lebih besar untuk terpilih kembali. Namun dengan catatan, selama menjabat sebagai anggota dewan, kinerja mereka bisa memuaskan konstituennya.

Jika selama menjadi wakil rakyat, mereka bisa menjalankan aspirasi konstituennya, Direktur Program Pasca Sarjana (PPS) IAIN Raden Fatah, Palembang ini yakin, potensi wajah-wajah lama tersebut sangat besar untuk terpilih kembali.

Persoalannya sebut Abdullah Idi, selama ini kinerja anggota dewan di Sumsel, tidak memuaskan masyarakat. Sehingga citra tersebut, bisa memperburuk citra caleg yang saat ini masih duduk di kursi dewan.

Apakah ini artinya, masyarakat tidak bisa berharap banyak bakal ada perubahan di Sumsel kedepannya? Abdullah Idi menyebut, tidak juga. “Caleg-caleg yang masih duduk di DPRD saat ini, ada juga yang baik,” tukasnya.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster